Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pernah Larang Ucapan Natal, Yusuf Estes Ditolak Masuk Singapura

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Desember 2017 06:57 6:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Desember 2017 06:57
Bagikan
Yusuf Estes
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah berhasil melarang beberapa pendakwah internasional memasuki Singapura, kini, pemerintah setempat juga melarang Yusuf Estes memasuki negeri itu.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Singapuran (MAH) mengkonfirmasi hari Jumat (1 Desember 2017) bahwa telah melarang pendakwah asal Amerika Serikat (AS) Yusuf Estes memasuki negeri tersebut, demikian kutip Channel Newsasia.

Menurut laporan Channel NewsAsia, Yusuf ditolak memasuki negeri itu pada 24 November 2017  saat berada di Bandara Changi.

MHA mengklaim bahwa larangan itu dilakukan menyusul pandangan Yusuf yang bertentangan dengan nilai-nilai komunitas multiras dan religius di negara ini.

Menurut kementerian tersebut, penolakan tersebut dilakukan untuk melindungi kerukunan agama dan sosial di Singapura.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mereka tidak dapat diterima dalam konteks masyarakat multiras dan religius di Singapura,” kata kementerian tersebut.

Baca: Mufti Menk Diharamkan Memasuki Singapura

Kementerian Dalam Negeri Singapura  menyebutkan contoh-contoh pandangan Yusuf Estes yang dirilis dalam video bulan Maret  2012 di mana Estes mengatakan bahwa bukan “bukan bagian dari Islam untuk merayakan hari raya orang lain” dan bahwa ia bukan bagian dalam iman Islam untuk merayakan agama orang Kristen dan Yahudi “Selamat Natal” dan “Selamat Hanukkah”.

Kementerian itu juga menegaskan bahwa artikel yang diterbitkan di laman pribadi Estes pada tahun 2016 yang mempersoalkan asas agama Kristen juga sebagai alasan pelarangan.

Singapura beberapa tahun belakangan ini dikenal sangat paranoid terhadap hal berbau Islam.

Singapura, dulunya Negeri Melayu yang kini populasinya telah didominasi etnis China. Berdasarkan catatan, penduduk asli pada Singapura kini hanya 13.4%. Sementara  etnis China (yang semula adalah pendatang) kini menjadi mayoritas lebih kurang 74.1% penduduk.

Baca: Sekali Lagi, Hukum Mengucap “Selamat Natal”

Negeri ini  memiliki peraturan ketat yang bisa menjerat para pemimpin agama atau dai.  Di bawah undang-undang, para pemimpin agama harus mendaftar sebelum mereka dapat mengajar dan wajib memberi tahu pemerintah setempat jika akan bekerja.

Singapura juga pernah menjatuhkan denda Rp 38,1 juta seorang penghutbah akibat materi khotbah Jumat dianggap ‘menyerang umat Kristen dan Yahudi’.

Sebelum ini, seorang pengkhotbah Islam –Syeikh Ismail Musa Menk atau Mufti Menk dan Haslin Baharim–  dilarang memasuki Singapura

Mufti Menk, dinilai menyebarkan ajaran yang ‘memecah-belahkan’ masyarakat negeri itu, seperti pernah mengatakan Muslim dilarang mengucapkan “Selamat Hari Natal” dan “Selamat Deepavali”. 

Haslin dari Perak (Malaysia), dilaporkan pernah menggambarkan non-Muslim sebagai “kafir” dan itu dinilai Singapura yang banyak etnis China ‘mempromosikan ketidakharmonisan antara non-Muslim dan Muslim’.

Kondisi ini berbeda dengan Indonesia,  guna menjaga akidah umat Islam, MUI justru sudah pernah mengeluarkan fatwa larangan ucapan Selaman Natal bagi kaum Muslim di tahun 1981.*

Pendakwah Dunia

Lahir di Ohio, Yusuf besar dan bersekolah di Texas. Pria berdarah Amerika, Irlandia, dan Jerman  dulunya penganut Kristen. Ia mempelajari semua agama,  bahkan ajaran Hindu, Buddha, Yahudi, hingga Metafisika.  Di usianya yang ke-86 ia memeluk Islam.

Sejak memeluk Islam, ia  ‘wakaf’kan hidupnya untuk agama Islam.  Ia mendalami bahasa Arab, belajar ilmu Al-Quran di Mesir, Maroko hingga Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara reguler tampil di acara PeaceTV, Huda TV, dan sebuah Channel Islam bermarkas di Inggris. Ia juga muncul dalam serial TV untuk anak-anak bertajuk “Qisasul Anbiya” yang bercerita tentang kisah-kisah para Nabi.

Yusuf terlibat aktif di berbagai aktifitas dakwah. Menjadi imam tetap di markas militer AS di Texas, dai di penjara AS sejak tahun 1994. Bahkan pernah menjadi delegasi PBB untuk perdamaian dunia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinafatwa ucapan selamat natalHaslin BaharimIsmail Ibnu Musa MenkMajlis Ugama Islam SingapuramelayuMufti MenkMUISnatalsingapuraSyeikh Ismail MenktoleransiYusuf EstesZakir Naik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Bataclan Palsu Dihukum Penjara
Tulisan selanjutnya Migran Tanpa Dokumen di Libya Tembus Setengah Juta Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?