Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Seratusan Migran Eritrea dan Afghanistan Bentrok di Calais

Ama Farah
Terakhir diupdate: 2 Februari 2018 18:57 6:57 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 2 Februari 2018 18:57
Bagikan
Selain kemah dan gubuk, bangunan kayu yang dijadikan sekolah dan gereja juga ada di kamp Jungle, Calais.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sedikitnya lima migran tertembak di kota pelabuhan Calais, Prancis, dalam perkelahian massal yang melibatkan migran asal Eritrea dan Afghanistan.

Kantor berita Prancis AFP Kamis (1/2/2018) melaporkan bahwa empat remaja Eritrea berusia 16-18 tahun dalam kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit guna menjalani operasi.

Orang kelima dilarikan ke kota besar terdekat Lille karena lukanya sangat parah.

Sedikitnya 13 orang lain terluka akibat pukulan tongkat besi, kata kantor kejaksaan setempat.

Perkelahian awal, yang berlangsung selama hampir dua jam, terjadi di bagian selatan pinggiran kota itu ketika para migran antri untuk mendapatkan bantuan makanan. Sekitar 100 orang Eritrea dan sekitar 30 orang Afghanistan terlibat dalam baku-hantam itu. Perkelahian massal terjadi ketika kelompok Afghanistan meletuskan tembakan, lapor AFP.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perkelahian massal kedua kemudian terjadi di kawasan industri yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian pertama.

“Polisi turun tangan untuk melindungi kelompok Afghanistan yang menghadapi 150-200 migran Eritrea,” kata pejabat daerah setempat.

Pasukan keamanan Prancis dikerahkan ke daerah tersebut.

Meskipun kamp pengungsi The Jungle di Calais sudah ditutup tahun 2016, tetapi banyak migran yang masih berkemah di pinggiran kawasan hijau itu untuk menanti giliran menyeberang ke Inggris. Kebanyakan migran yang masih tertahan di sana adalah anak-anak muda.

Organisasi-organisasi amal setempat memperkirakan jumlah mereka sekitar 800 orang, sedangkan pemerintah menyebut angka 550-600 orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia-AS Jajaki Kerja Sama Sertifikasi Produk Halal
Tulisan selanjutnya Orang Jerman Semakin Banyak yang Membeli Senjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?