Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sikap Jerman Soal Suriah: Siap Bantu Tetapi Bukan Militer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 April 2018 06:27 6:27 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 April 2018 06:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa negaranya siap membantu sekutu dalam masalah Suriah, tetapi militer Jerman tidak akan terlibat.

Dalam konferensi pers hari Kamis (12/4/2018), lapor Deutsche Welle, Merkel mengatakan bahwa militer Jerman “tidak akan berpartisipasi apapun dalam tindakan militer” di Ssuriah, tetapi dia menegaskan bahwa Berlin mendukung perlunya “mengirimkan sinyal tegas bahwa penggunaan senjata kimia” tidak dapat diterima.

“Hanya diam tidak melakukan apa-apa juga sulit,” kata Merkel, seraya menambahkan bahwa jika Amerika Serikat, Inggris dan Prancis akan mengambil tindakan militer, maka Jerman akan mencari jalan nonmiliter untuk membantu.

Dalam konferensi pers itu Merkel juga mengkritik Rusia, dengan lembut, dengan mengatakan bahwa upaya Moskow menghalangi investigasi penuh OPCW atas dugaan serangan senjata kimia oleh Suriah “tidak memberikan cahaya positif bagi Rusia.”

Komentar Merkel itu dikemukakannya usai pertemuan bilateral dengan sejawatnya dari Denmark, Lars Lokke Rasmussen, yang mengatakan bahwa sikap Denmark dalam isu tersebut sama seperti tetangganya di selatan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya pada hari Kamis Menlu Jerman Heiko Maas mengatakan bahwa baik Prancis maupun AS belum ada yang meminta bantuan Jerman di Suriah, menyusul penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah dalam serangan di Douma.

“Namun, jika kita ingin mempertahankan tekanan terhadap Rusia, maka mitra-mitra Barat tidak dapat mengambil jalan yang berbeda,” kata Maas.

Menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump lewat Twitter hari Rabu kepada Rusia bahwa AS tidak pernah mengatakan tidak akan menyerang Suriah dan bisa saja menggunakan senjata nuklirnya, pensiunan jenderal Harald Kujat, yang pernah menjadi penasihat khusus militer Jerman di parlemen, mengatakan bahwa “perang panas” antara dua superpower nuklir kemungkinan akan terjadi.

“Kita menghadapi seorang presiden Prancis yang tidak berpengalaman, yang berkontribusi pada eskalasi; seorang perdana menteri Inggris yang sedang mengalami tekanan besar dari dalam negeri; dan seorang presiden AS yang emosional sulit ditebak yang tidak hanya mengancam negara pemilik kekuatan nuklir Rusia, tetapi juga mengumumkan serangan,” kata Kujat kepada kanal berita Jerman Phoenix, seraya menambahkan bahwa dulu para pemimpin dunia juga “secara tidak sadar” terjebak masuk dalam Perang Dunia I.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelecehan seksual Vatikan Gereja Paus Fransiskus Mengaku Salah Besar dalam Menangani Skandal Seks Gereja Chile
Tulisan selanjutnya Uni Eropa Perpanjang Sanksi Pelanggaran HAM Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?