Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Presiden Sudan Pecat Semua Menterinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 September 2018 11:59 11:59 am
Ama Farah
Dipublikasikan 10 September 2018 11:59
Bagikan
Presiden Sudan Omar Al-Bashir.
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Sudan Omar Al-Bashir memberhentikan semua 31 menterinya guna membentuk kabinet yang lebih kecil di tengah-tengah krisis ekonomi.

Dilansir DW, hari Ahad (9/9/2018) Presiden Omar Al-Bashir (Umar Basyir) dengan persetujuan partai penguasa, Partai Kongres Nasional, memecat 31 menteri termasuk Perdana Menteri Bakri Hassan Saleh.

“Situasi ekonomi perlu dibenahi dan oleh karena itu Presiden Bashir memutuskan untuk memangkas pemerintahan di semua level,” kata pembantu Presiden Bashir kepada para reporter.

Baca: Umar al-Bashir Menangkan Pemilu Sudan

“Presiden Bashir memutuskan untuk membentuk pemerintahan yang lebih kecil dengan 21 menteri,” imbuhnya.

Mantan menteri pengairan Moutaz Mousa Abdallah ditunjuk oleh Bashir sebagai perdana menteri baru dan ditugaskan untuk menyusun kabinet 21 menteri itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sudan bertahun-tahun mengalami krisis ekonomi, dengan inflasi mencapai 65 persen. Kondisi perekonomian Sudan memburuk akibat konflik bersenjata berkepanjangan. Kondisi diperparah dengan lepasnya Sudan Selatan dari Sudan. Sumber-sumber minyak yang selama ini menjadi penopang hidup rakyat Sudan sebagian besar ada di selatan, yang sekarang masuk wilayah negara independen Sudan Selatan.

Baca: Sudan antara Separasi dan Syariat Islam

Pada tahun 2013, pemerintah Sudan berusaha menghemat anggaran dengan memangkas subsidi bahan bakar. Namun, akibatnya justru menyulut aksi unjuk rasa dan bentrokan fatal antara aparat keamanan dan demonstran.

Bank Dunia mendesak pemerintah Sudan melakukan reformasi struktural guna memulihkan kembali kondisi perekonomian negaranya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiminyakOmar BashirSudanUmar Basyir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sandiaga: Pasar Tradisional Mampu Bentengi Kurs Rupiah
Tulisan selanjutnya Tangkal Spionase, Prancis Upgrade Satelit Militernya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?