Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Abdullah: Yordania Batalkan ‘Perjanjian Damai’ dengan ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2018 05:57 5:57 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2018 22:39
Bagikan
Raja Abdullah berbicara di Majelis Umum PBB
Bagikan

Hidayatullah.com–Raja Yordania Abdullah II memberitahu ‘Israel’ hari Ahad bahwa ia tidak akan memperbarui dua lampiran perjanjian damai 1994 antara ‘Israel’ dan Yordania mengenai wilayah yang disewakan kepada ‘Israel’.

Dalam pertemuan dengan para pejabat senior Yordania di istana Amman, raja mengatakan bahwa pemerintah Yordania menyampaikan sebuah pesan resmi kepada ‘Israel’ tentang masalah ini.

Wilayah yang dimaksud dikenal dalam bahasa Arab sebagai al-Baqura dan al-Ghamr, dan Naharayim dan Zofar (Ibrani).

“Baqoura dan Ghumar berada di puncak prioritas kami,” King Abdullah melalui twitter. “Keputusan kami adalah mengakhiri lampiran Baquoura dan Ghamar dari perjanjian damai karena kesungguhan kami untuk mengambil semua keputusan yang akan melayani Yordania dan rakyatnya,” ujarnya dikutip Koran ‘Israel’ Ha’aretz.

Penjajah ‘Israel’ dan Yordania menandatangani perjanjian damai pada tahun 1994. Termasuk dalam perjanjian adalah tanah Baqoura (Naharayim) dan Ghumar (di wilayah Arava) ke Tel Aviv dalam kontrak sewa selama 25 tahun. Batas waktu untuk memperbarui sewa ditetapkan hari Kamis, 25 Oktober pekan ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Raja Abdullah: Yordania akan Tetap Berperan sebagai Pelindung Situs Suci Baitul Maqdis 

Naharayim terletak di sebelah selatan Danau Kinneret, di utara ‘Israel’, sementara Zofar berada di selatan Laut Mati, di bagian selatan negara itu. Keduanya terletak di perbatasan Yordania-’Israel’.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bereaksi terhadap pengumuman pada hari Ahad, mengatakan ‘Israel’ berniat untuk bernegosiasi dengan Yordania untuk memperpanjang sewa. “Tidak ada keraguan bahwa perjanjian itu merupakan aset penting,” katanya pada peringatan mendiang PM Yitzhak Rabin, menambahkan kesepakatan damai dengan Yordania dan Mesir adalah “jangkar stabilitas regional.”

Raja Abdullah II telah menghadapi tekanan berkelanjutan dari parlemen Yordania untuk tidak memperbarui sewa, dan untuk mengembalikan wilayah ke kedaulatan penuh Yordania. Delapan puluh tujuh anggota parlemen juga telah menandatangani petisi tentang masalah tersebut.

Jumat lalu, para pengunjukrasa berbaris di Amman menuntut agar Jordan merebut kembali kedaulatan atas wilayah-wilayah yang dipermasalahkan, dengan beberapa menuntut Jordan membatalkan seluruh perjanjian damai dengan ‘Israel’.

Pada bulan September, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan bahwa tim perdamaian Trump telah menawarkan kepadanya rencana politik berdasarkan pembentukan konfederasi Palestina-Yordania.

Baca: Raja Jordan Meminta PBB Tetap Bantu Palestina

Menurut Abbas, dia mengatakan kepada pemerintah bahwa dia hanya akan menyetujui rencana seperti itu jika ‘Israel’ adalah bagian dari konfederasi yang disarankan. Gedung Putih menyangkal rencana tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri penjajah ‘Israel’, Benjamin Netanyahu menyatakan tengah mencoba melakukan komunikasi dengan pihak Yordania untuk membicarakan mengenai rencana Amman membatalkan sebagian dari kesepakatan damai kedua negara.

Salah satu poin dari perjanjian damai antara ‘Israel’ dan Yordania adalah Amman akan menyewakan dua wilayah mereka, yang terdiri dari sebuah tanah seluas 405 hektar dan sebuah pulau kecil kepada ‘Israel’.

“Yordania ingin menerapkan opsi untuk mengakhiri sewa, dan ‘Israel’ akan melakukan negosiasi mengenai kemungkinan memperpanjang pengaturan saat ini,” kata Netanyahu, seperti dilansir Reuters pada Ahad (21/10/2018).

Hubungan antara ‘Israel’ dan Yordania telah tegang selama beberapa tahun terakhir karena isu-isu seperti status Yerusalem (Baitul Maqdis) dan Temple Mount, kurangnya kemajuan berkaitan dengan pembicaraan ‘Israel’-Palestina. Lebih khusus lagi, penembakan yang dilakukan penjaga keamanan Kedutaan Besar ‘Israel’ di Amman kepada seorang warga negara Yordania yang menyebabkan korban tewas dalam insiden itu.

Penembakan itu, yang terjadi pada Juli 2017, memicu krisis diplomatik antara Yordania dan ‘Israel’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelperjanjian damaiRaja Abdullahsewahtanahyordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembakaran ‘Bendera Tauhid’ Dipolisikan Besok
Tulisan selanjutnya MUI Minta Banser Tidak Bertindak Gegabah Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?