Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Mesir Menentang Kebijakan Rezim al-Sisi Mesir Menghapus Al-Qur’an dari Buku Teks Sekolah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Februari 2021 13:59 1:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Februari 2021 13:59
Bagikan
Presiden Mesir Abdul Fattah al Sisi menyalami Presiden AS Donald Trump (AA)
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyebabkan kontroversi dalam kebijakan terbarunya untuk menghilangkan ayat-ayat Al-Qur’an dari buku teks agama Islam di sekolah-sekolah, demikian lapor Middle East Eye (MEE). Al-Sisi juga memerintahkan pejabat pendidikan untuk menghapus ayat Al-Qur’an dari buku teks dari semua mata pelajaran lainnya, seorang pejabat Kementerian Pendidikan mengungkapkan baru-baru ini.

Reda Hegazi, wakil menteri pendidikan, menambahkan bahwa presiden Mesir telah meminta Kementerian Pendidikan untuk mengizinkan guru sekolah “moderat” hanya untuk mengajarkan teks Islam kepada murid di sekolah-sekolah negara.  “Ini bertujuan untuk melawan ekstremisme dan mencegah ‘ekstremis’ mengajarkan agama kepada murid-muridnya,” kata Hegazi kepada anggota Komite Pertahanan dan Keamanan Nasional di Dewan Perwakilan (majelis rendah parlemen) pada 14 Februari.

Perintah presiden Mesir adalah yang terbaru dari serangkaian upaya yang menurut pemerintahannya ditujukan untuk memerangi “ekstremisme”. Negara ini telah mengalami peningkatan serangan mematikan selama beberapa tahun oleh militan yang berafiliasi dengan Negara Islam (IS), meskipun Sisi melakukan kampanye melawan kelompok tersebut.

Sisi telah meminta pejabat pendidikan dan agama, terutama di al-Azhar, tempat tertinggi pembelajaran Islam Sunni, untuk mereformasi kurikulum sekolah dan membersihkan buku-buku dari konten agama yang diduga telah digunakan oleh militan untuk membenarkan serangan mereka.

Al-Azhar, yang memiliki ribuan sekolah dan universitas yang memiliki cabang di beberapa provinsi Mesir, mengatakan sedang merevisi kurikulum sekolah dan kolese untuk menghapus konten yang dianggap bermasalah. Namun, kini giliran sekolah-sekolah yang diawasi oleh Kementerian Pendidikan untuk mereformasi kurikulum mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah Abdel Maaboud, politisi dari Partai al-Nour yang berafiliasi pada Salafy, berkomentar bahwa penghapusan ayat-ayat ini akan melemahkan kurikulum, terutama kurikulum bahasa Arab.

 

Pendidikan Campuran

Sekolah-sekolah yang diawasi oleh Kementerian Pendidikan, berjumlah hampir 50.000, menekankan pada ilmu alam dan sosial, sedangkan sekolah dan institut al-Azhar, sekitar 65.000, menekankan pada studi agama. Kendati demikian, buku teks yang diajarkan di sekolah-sekolah yang diawasi oleh Kementerian Pendidikan tersebut banyak memuat referensi Al-Qur’an, terkadang mengutip ayat-ayat dari kitab suci dan ucapan Nabi Muhammad.

Teks-teks agama ini berfungsi sebagai bukti yang mendukung beberapa informasi yang disebutkan dalam buku teks, terutama tentang moralitas, pelestarian lingkungan, sejarah, dan bahasa Arab. Pandangan Sisi mendapat dukungan di antara beberapa anggota parlemen.

Freddy Elbaiady, anggota Komite Pertahanan dan Keamanan Nasional DPR, mengatakan keberadaan teks-teks ini di buku teks non-agama “berbahaya”.

“Ini memberi kesempatan bagi guru sekolah yang tidak berkualifikasi untuk salah menafsirkan mereka,” kata Elbaiady kepada Middle East Eye. “Ini dapat menyebabkan kesalahpahaman tentang pelajaran sekolah serta teks agama itu sendiri,” tambahnya.

Pandangan yang sama juga mendapat dukungan di antara sejumlah besar sekuler Mesir, yang mengatakan sekolah yang diawasi oleh Kementerian Pendidikan harus menawarkan pendidikan sekuler murni. Mantan Menteri Kebudayaan Mesir, Gaber Asfour pernah menyerukan penghapusan pendidikan agama dan sekolah agama sama sekali.

Baca juga: Pemerintah Mesir Sita Aset Mendiang Mursi dan 88 Anggota Ikhwanul Muslimin

 

Penentangan Keras

Argumen tentang apakah buku teks non-agama harus berisi ayat-ayat Al-Qur’an atau Hadits adalah masalah sensitif di Mesir. Ada kekhawatiran bahwa keputusan tersebut merupakan serangan terhadap identitas Islam di Mesir.

Sekitar 23 juta siswa terdaftar di sekolah-sekolah nasional, menurut Kementerian Pendidikan. Artinya, ada murid sekolah di hampir setiap rumah Mesir. Shaimaa Sayed, ibu dari tiga anak sekolah, mengatakan,  ’ayat-ayat Al-Qur’an mendukung informasi yang disebutkan dalam buku teks. Kehadiran ayat-ayat ini membuat informasi buku teks tidak diragukan lagi.’

Ahmed Abdel Aziz, penasihat mendiang Presiden Mesir Mohamed Morsi, mengatakan bahwa Sisi ingin mensekulerkan masyarakat Mesir. “Ini benar setelah negara Mesir sendiri disekularisasikan,” pungkas Abdel Aziz.

Sekularisme memiliki konotasi negatif di kalangan konservatif Mesir dan partai-partai keagamaan, yang memandang seruan untuk mengurangi ajaran agama di sekolah-sekolah sebagai serangan terhadap identitas Islam mayoritas rakyat Mesir. Partai al-Nour mengatakan menghapus teks Islam dari buku teks sekolah sama sekali tidak dapat diterima.

“Menghapus ayat-ayat al-Qur’an ini akan melemahkan kurikulum, terutama kurikulum bahasa Arab,” Salah Abdel Maaboud, seorang anggota senior partai, mengomentari keputusan al-Sisi.  “Otoritas pendidikan dapat dengan mudah memecahkan masalah salah menafsirkan teks agama dengan meminta guru sekolah untuk melakukan interpretasi tertentu,” tambahnya.

Beberapa warga memiliki pandangan yang sama. Mereka mengatakan kehadiran ayat-ayat Alquran di buku teks sekolah diperlukan untuk proses pendidikan itu sendiri.

“Ayat-ayat ini mendukung informasi yang disebutkan di buku teks,” kata Shaimaa Sayed, seorang ibu rumah tangga dan ibu tiga anak sekolah. “Kehadiran ayat-ayat ini membuat informasi buku teks tidak diragukan lagi,” ungkapnya kepada MEE.

Arahan Sisi untuk pejabat pendidikan datang dengan klaim sebagai perjuangan melawan “ekstremisme”. Mesir berada di jantung gelombang serangan militan yang meningkat menyusul perebutan kekuasaan mantan Jenderal Sisi dalam kudeta militer terhadap pendahulunya yang terpilih secara demokratis pada tahun 2013. Serangan berulang tersebut menargetkan masjid, gereja, fasilitas dan personel keamanan.

Mesir juga memerangi cabang kelompok Negara Islam (IS) di Sinai. Para pengamat menduga bahwa Sisi khawatir kehadiran ayat-ayat Al-Quran dalam buku teks non-agama akan memberikan kesempatan bagi guru sekolah non-spesialis untuk salah menafsirkan ayat-ayat ini dan akibatnya meradikalisasi murid-muridnya.

“Kita perlu tahu bahwa teks agama lebih cocok dengan buku-buku tentang agama, bukan dalam buku teks tentang bahasa atau sejarah Arab,” Gehad Auda, seorang profesor ilmu politik di Universitas Helwan, mengatakan kepada MEE. “Inilah mengapa saya percaya menghapus ayat-ayat Alquran dari buku teks sekolah adalah langkah yang baik untuk menuju reformasi pendidikan.”

Selain memerintahkan menghapus beberapa konten al-Qur’an dari buku pelajaran sekolah, al-Sisi juga memperketat kontrol atas masjid. Pengawas yang ditunjuk oleh pemerintah memeriksa perpustakaan masjid untuk memastikan bahwa tidak terdapat buku atau kaset yang dianggap radikal.

Pemerintah juga membatasi dakwah di lebih dari 100.000 masjid di negara itu hanya untuk lulusan Al-Azhar, yang digaji oleh Kementerian Wakaf Agama, yang mengawasi masjid. Kementerian Pendidikan mengatakan itu akan memasukkan informasi dan pelajaran tentang sejarah Kristen dalam kurikulum sekolah.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga sedang mempertimbangkan proposal untuk menangguhkan ajaran agama Islam sebagai mata pelajaran yang terpisah. Sebaliknya, kata kementerian, sebuah buku yang berisi prinsip-prinsip dan cita-cita yang dimiliki oleh penganut semua agama surgawi akan diajarkan kepada siswa dari semua agama di semua tingkat pendidikan.*

Baca juga: Al-Azhar Mesir Minta Masyarakat Internasional Melawan Penjajahan Zionis

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anal SisiMesirrezimsekuler
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kerumunan Massa di Kunjungan Kerja Jokowi Viral!! Video Dugaan Kunjungan Jokowi di Flores Timbulkan Kerumunan Massa, Netizen Bandingkan dengan Kasus HRS
Tulisan selanjutnya vaksin Israel ‘Israel’ ‘Memberi Penghargaan’ kepada Sekutunya dengan Melebihkan Vaksin Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?