Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Muslim Rohingya Ditembak Mati Selesai Shalat Malam

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2021 06:25 6:25 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 September 2021 18:00
Bagikan
pemimpin rohingya
Bagikan

Mohibullah, salah satu pemimpin advokasi paling terkenal Muslim Rohingya, wafat karena seorang pria menembaknya setelah shalat malam di luar kantornya

Daftar isi
  • Pemimpin Rohingya yang pernah ke Gedung Putih
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com — Seorang pemimpin Muslim Rohingya di tembak mati di kamp pengungsian di Bangladesh bagian selatan, lansir Al Jazeera pada Kamis (30/09/2021).

Pemimpin Muslim Rohingya itu bernama Mohibullah, berusia 40an. Beliau memimpin salah satu komunitas pengungsi terbesar sejak terusirnya 730.000 Muslim Rohingya dari Myanmar dalam serangan berdarah militer pada Agustus 2017.

Seorang pria bersenjata tidak dikenal menembak Mohibullah ketika sedang berbincang dengan pemimpin pengungsi lain di luar kantornya. Pria itu menembaknya tiga kali, ujar Mohammad Nowkhim, jubir Masyarakat Arakat Rohingya untuk Perdamaian dan Hak Asasi Manusia (ARPSH) Ullah.

“Dia ditembak mati dari jarak dekat,” katanya kepada AFP dari tempat persembunyiannya, karena pembunuhan itu membuat pemimpin Rohingya lain bersembunyi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mohibullah di larikan ke rumah sakit Medecins Sans Frontieres (Doctor Without Borders) di kamp pengungsian tersebut.

“Ketika tiba ia sudah wafat,” sumber medis mengkonfirmasi kepada AFP.

Seorang pejabat kepolisian Cox’s Bazar, kota terdekat, membenarkan bahwa Mohibullah telah di tembak hingga mati namun tidak memberi rincian tambahan.

Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan pihaknya “sangat sedih” mendengar pembunuhan itu.

Amnesty International mendesak penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan Mohibullah. Lembaga HAM itu juga mendorong pihak berwenang Bangladesh dan badan pengungsi PBB bekerja sama untuk memastikan perlindungan para pengungsi.

Pengungsi Rohingya sedang menghadapi “masalah kekerasan yang meningkat” yang sering di kaitkan dengan kendali obat-obatan terlarang.

“Pembunuhannya menyebarkan efek mengerikan ke seluruh komunitas,” ungkap Saad Hammadi, sumber Amnesty International Selatan dalam emailnya.

“Tanggung jawab sekarang ada pada pihak berwenang Bangladesh untuk mempercepat penyelidikan dan menangkap semua orang yang bertanggung jawab.”

Pemimpin Rohingya yang pernah ke Gedung Putih

Sementara ia pernah di undang ke Gedung Putih dan berbicara dengan Dewan HAM PBB, Mohibullah adalah salah satu tokoh advokasi Rohingya paling terkenal.

Mohibullah mendirikan ARPSH di kamp Bangladesh beberapa bulan setelah masuknya pengungsi dari Myanmar. Ia juga membantu menyelidiki serangan yang di lakukan tentara Myanmar dan milisi Buddha selama genosida Rohingya.

Pada Agustus 2019, ia mengorganisir aksi demo besar-besaran di kamp Kutapalong, pemukiman utama Rohingya, yang di hadiri sekitar 200.000 orang Rohingya. Aksi itu menegaskan posisinya sebagai pemimpin di antara para pengungsi.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, pasukan keamanan Bangladesh membatasi kegiatan kelompok Mohibullah dan ARPSH tidak di izinkan untuk mengadakan rapat umum selama peringatan penumpasan pada tahun 2020 dan 2021.

Human Rights Watch mengatakan Mohibullah telah menghadapi ancaman pembunuhan atas pekerjaannya.

“Mohibullah adalah suara penting bagi Rohingya yang telah menderita kehilangan dan rasa sakit yang tak terbayangkan ketika mereka tiba sebagai pengungsi di Bangladesh,” Meenakshi Ganguly, direktur Asia Selatan di HRW mengatakan dalam sebuah pernyataan email.

“Dia selalu membela hak-hak Rohingya untuk kembali dengan aman dan memiliki suara dalam keputusan mengenai kehidupan dan masa depan mereka. Pembunuhannya adalah demonstrasi nyata dari risiko yang di hadapi oleh orang-orang di kamp-kamp yang berbicara untuk kebebasan dan menentang kekerasan.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshmuslim Rohingyapengungsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya rehabilitasi narkoba MUI: Program Pendekatan Keagamaan Spiritual Diperlukan untuk Rehabilitasi Pengguna Narkoba di Indonesia
Tulisan selanjutnya Adab Islam dalam Bertetangga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?