Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Adab Islam dalam Bertetangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2021 06:24 6:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2021 18:00
Bagikan
Bagikan

Muslim telah Allah perintahkan untuk memiliki adab bertetangga yang baik sebagai salah satu bentuk hubungan baik antar sesama

Hidayatullah.com | ISLAM sangat menekankan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Hal ini sering diingatkan oleh Nabi besar Muhammad ﷺ melalui hadis-hadisnya yang menyerukan untuk berbuat baik kepada tetangga tanpa membedakan agama, ras dan warna kulit.

Di antara firman Allah SWT yang menuntut agar terjadi pada tetangga dan menunjukkan adab bertetangga adalah:

وَاعْبُدُوا اللَّـهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

“Dan hendaklah kamu beribadah kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apapun. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga yang jauh, rekan sejawat, musafir yang terlantar dan juga hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (QS: An-Nisa’:36).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Para ulama menyatakan dalam ayat ini, Allah SWT mengikat ayat tuntutan untuk berbuat baik kepada tetangga dengan ayat tuntutan untuk beribadah kepada Allah SWT tanpa melakukan syirik kepada-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa tuntutan untuk berbuat baik kepada tetangga merupakan tuntutan yang besar seperti halnya tuntutan untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, Allah SWT memberikan azab yang pedih bagi orang yang suka menyakiti tetangganya seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

Di antara hadits yang menceritakan tentang pentingnya bersikap baik dan memiliki adab bertetangga adalah dari Abi Syuraih RA, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya.” [HR Muslim)

Dari Abdillah bin ‘Amr RA, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

خَيْرُ الأَصْحَابِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْرُ الجِيرَانِ عِنْدَ اللَّهِ خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik di antara sahabatnya. Sedangkan tetangga yang terbaik di sisi Allah adalah yang paling baik dengan tetangganya.” [HR: al-Tirmizi, Imam al-Tirmizi).

  • Dari Ibn Umar R.anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالْجَارِ، حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

 “Jibril sentiasa berwasiat kepadaku agar berlaku baik kepada tetangga sehingga aku menyangka bahwa tetangga itu akan mewarisi hartaku.” [HR: Bukhari)]

Imam al-Nawawi menukilkan kata-kata daripada Qadhi ‘Iyadh bahwa makna hadis ini adalah siapapun yang beriltizam dengan syariat Islam maka wajib ke atasnya untuk memuliakan atau berlaku baik kepada tetangga dan tetamunya. Semua ini menunjukkan akan kepentingan hak bertetangga serta galakan memeliharanya. Ini karena, Allah SWT telah berpesan atau mewasiatkan agar berlaku baik kepada mereka melalui firman-Nya di dalam al-Quran dan juga hadis Nabi ﷺ . [Lihat: al-Minhaj ‘ala Syarh Sahih Muslim, 18/2]

Demikian itu adalah beberapa buah hadis yang membicarakan berkaitan adab bertetangga karena kedudukan tetangga itu amat tinggi di dalam agama. Berdasarkan masalah di atas, kami ingin menukilkan sebuah kisah yang berlaku di zaman Rasulullah ﷺ  apabila seorang lelaki datang kepadanya dan mengadu akan perihal tetangganya yang suka menyakitinya:

  • Dari Abu Hurairah RA berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْكُو جَارَهُ، فَقَالَ: اذْهَبْ فَاصْبِرْ. فَأَتَاهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، فَقَالَ: اذْهَبْ فَاطْرَحْ مَتَاعَكَ فِي الطَّرِيقِ. فَطَرَحَ مَتَاعَهُ فِي الطَّرِيقِ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَسْأَلُونَهُ فَيُخْبِرُهُمْ خَبَرَهُ، فَجَعَلَ النَّاسُ يَلْعَنُونَهُ: فَعَلَ اللَّهُ بِهِ، وَفَعَلَ، وَفَعَلَ، فَجَاءَ إِلَيْهِ جَارُهُ فَقَالَ لَهُ: ارْجِعْ لَا تَرَى مِنِّي شَيْئًا تَكْرَهُهُ

Maksudnya: “Telah datang seorang lelaki kepada Nabi ﷺ  mengadu perihal tetangganya. Maka Nabi ﷺ  bersabda: “Pergilah serta bersabarlah.” Setelah itu, lelaki itu datang lagi kepada Rasulullah ﷺ  sebanyak dua atau tiga kali. Lalu Nabi ﷺ  bersabda: “Pergilah dan campakkanlah barang-barang di rumah kamu ke jalan.” Lelaki tersebut kemudiannya mencampakkan barang-barang rumahnya ke jalan hingga menyebabkan orang-orang bertanya kepadanya. Lalu lelaki tersebut menceritakan apa yang berlaku kepada dirinya yang menyebabkan manusia (yang mendengar cerita tersebut) melaknat tetangga tersebut dengan mengatakan: “Allah akan membalas perbuatannya (mendoakan keburukan), Allah akan balas dan Allah akan balas.” Selepas itu, lelaki tersebut didatangi oleh tetangga tersebut dan tetangga itu berkata: “Pulanglah kamu, kamu tidak akan melihat (mendapati) sesuatu yang kamu benci itu lagi.” [Riwayat Abu Daud (5153)][Sanadnya adalah baik menurut Syeikh Syu’aib al-Arna’outh]

Hadis ini menceritakan akan petunjuk Nabi ﷺ  kepada lelaki ini apabila sentiasa disakiti oleh tetangganya. Akan tetapi, berkemungkinan perbuatan atau cara tersebut biasa dilakukan oleh bangsa Arab pada zaman itu tetapi ia tidak lagi sesuai untuk dilakukan pada zaman ini.

Tambahan pula, Imam Ibn Ruslan ketika mensyarahkan hadis ini menyatakan bahwa di dalam hadis ini menunjukkan kelebihan bersabar menghadapi tetangga walaupun perkara tersebut berulang-ulang kali terjadi, di samping berusaha untuk mencegahnya mengikut kemampuan yang ada. Hadis ini juga menunjukkan keharusan berdoa kepada orang yang menyakiti orang lain secara kuat (terang-terangan) sebagai pengajaran kepada orang tersebut serta meninggalkan perbuatan tersebut. [Lihat: Syarah Abi Daud, 440/19]

Seseorang yang disakiti oleh tetangganya sama ada dengan perbuatan atau ucapan perlulah bersabar terlebih dahulu.  Sabar merupakan sifat mulia dan sifat yang dikasihi oleh Allah SWT. Di samping itu juga, seseorang yang disakiti perlulah berusaha dan berikhtiar dengan sehabis-baik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi seperti menasihatinya dengan penuh hikmah, berbuat ihsan (baik) kepadanya walaupun dibalas dengan kejahatan, membantu mereka di dalam kesusahan, menggunakan saluran yang tepat dalam menegur dan lain-lain lagi.

Mudah-mudahan dengan cara sebegini akan melembut hatinya dan tidak lagi akan menyakiti orang tersebut. Selain itu, doa juga merupakan salah satu elemen yang penting dan tidak patut diabaikan karena hanya Allah SWT sahaja yang mampu membaca dan mengubah hati seseorang itu. Sekiranya, seseorang itu telah berusaha dan berikhtiar, memilih berpindah dari tempat tersebut merupakan langkah yang terakhir bagi seseorang yang mampu melakukan sedemikian.

Apa hukumnya menyakiti tetangga?

Di sana terdapat hadis yang menceritakan akan akibat dan balasan yang akan diterima bagi orang yang suka menyakiti tetangganya:

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Tidak akan masuk Surga, orang yang membuat tetangganya tidak merasa aman daripada gangguannya.” [Riwayat Muslim (73)]

Di dalam hadis yang lain pula, juga dari Abu Hurairah RA berkata:

قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ فُلَانَةَ يُذْكَرُ مِنْ كَثْرَةِ صَلَاتِهَا، وَصِيَامِهَا، وَصَدَقَتِهَا، غَيْرَ أَنَّهَا تُؤْذِي جِيرَانَهَا بِلِسَانِهَا، قَالَ: هِيَ فِي النَّارِ

Telah berkata seorang lelaki kepada Rasulullah ﷺ : “Wahai Rasulullah ﷺ , sesungguhnya wanita ini terkenal dengan banyaknya solat, berpuasa dan bersedekah tetapi dia sentiasa menyakiti tetangganya dengan lidahnya.” Lalu Nabi ﷺ  bersabda: “Dia akan masuk ke dalam neraka.” [Riwayat Ahmad (9675)][Sanadnya adalah hasan berdasarkan penilaian daripada Syeikh Syu’aib al-Arna’outh]

Berdasarkan kedua hadis ini, orang yang suka menyakiti tetangganya sama ada dengan perbuatannya atau lisannya (ucapannya) maka orang seperti ini akan dicampakkan ke dalam api neraka di akhirat kelak walaupun dia merupakan seorang yang banyak melakukan ibadah. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adaboase imantetangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pemimpin rohingya Pemimpin Muslim Rohingya Ditembak Mati Selesai Shalat Malam
Tulisan selanjutnya bendera setengah tiang Instruksi Kemendikbud: 30 September Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Besok Satu Tiang Penuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya

Berita
13 Juni 2026 14:36
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Terbaru

  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?