Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswi Muslim India Dilarang Masuk Kelas karena Menggunakan Hijab

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 Januari 2022 13:05 1:05 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 Januari 2022 13:30
Bagikan
muslim india
Bagikan

Hidayatullah.com—Sekelompok mahasiswa Muslim dari sebuah perguruan tinggi negeri di negara bagian Karnataka, India selatan, telah duduk di luar kelas selama berminggu-minggu untuk bisa mendengarkan pelajaran. Hal ini dilakukan setelah pihak kepala sekolah menolak mengizinkan mereka masuk kelas karena mengenakan jilbab.

Sebanyak enam mahasiswa telah belajar di luar kelas mereka sejak awal bulan dengan tuduhan bahwa mereka tidak diizinkan mengenakan jilbab saat berada di dalam kelas, kutip USA Today.

Kepala perguruan tinggi Rudra Gowda dikutip oleh kantor berita Press Trust of India mengatakan bahwa para siswa diizinkan mengenakan jilbab di lingkungan sekolah, tetapi tidak di dalam ruang kelas, dengan mengutip peraturan perguruan tinggi.

Bahkan setelah tiga minggu, para mahasiswi  itu masih belum diizinkan masuk ke ruang kelas karena jilbab mereka. Enam mahasiswi itu telah dianggap “absen” pihak kampus sejak 31 Desember 2021.

Orang tua para mahasiswi ini telah mendatangi kampus untuk membicarakan masalah ini. Namun Kepala Kampus, Rudra Gowda menolak untuk melakukan diskusi tentang masalah tersebut, lapor The Hindustan Gazette.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

CFI dan Girls Islamic Organization (GIO) juga telah mendekati otoritas perguruan tinggi dan distrik untuk menyelesaikan masalah ini. Namun hal ini belum bisa menjadikan para siswa mendapay izin masuk ruang kelas.

Anggota komite negara bagian CFI Masood mengatakan kepada The Hindustan Gazette bahwa para siswa diancam dan dipaksa untuk menulis surat yang mengatakan bahwa mereka tidak menghadiri kelas selama 15 hari terakhir. “Kepala kampus, bersama dengan dosen, mengancam gadis-gadis itu bahwa jika mereka tidak menulis surat, maka ‘kami tahu bagaimana membuat Anda menulis’,” kata Masood, menambahkan bahwa seorang siswa bahkan jatuh sakit karena siksaan mental ini.

Wakil Presiden Komite Pengembangan Perguruan Tinggi Yashpal Suvarna mengatakan kepada Deccan Herald bahwa ada lebih dari 150 wanita yang belajar di perguruan tinggi yang berasal dari komunitas minoritas. “Tidak satu pun dari mereka yang mengajukan tuntutan,” katanya.

Ia bahkan membuat tuduhan, bahwa korban adalah mahasiswi yang suka membuat onar. “Gadis-gadis yang tergabung dalam Campus Front of India (CFI) ini suka membuat kontroversi. Perguruan tinggi memiliki aturan, peraturan, dan prosedur disiplin sendiri. Seragam diperkenalkan untuk menawarkan pendekatan egaliter terhadap pendidikan, karena banyak perempuan miskin yang belajar di perguruan tinggi,” tambahnya.

Jika permintaan mereka dipenuhi hari ini, mereka mungkin akan meningkatkan tuntutan lagi untuk melakukan shalat di kampus, tuduhnya.

Sekretaris Jenderal negara bagian PFI Nasir Pasha mengatakan kepada surat kabar itu bahwa insiden itu telah merampas ‘kebebasan beragama yang diabadikan dalam Konstitusi kita’, katanya. “Sama seperti siswa Hindu yang memakai bindi dan biarawati Kristen memakai penutup kepala, siswa Muslim harus diperbolehkan memakai kerudung di kepala mereka,” katanya.

Menurut The Hindu , Udupi MLA dan Ketua Komite Pengembangan Perguruan Tinggi K. Raghupati Bhat pada 1 Januari mengadakan pertemuan dengan orang tua lebih dari 1.000 siswa, dan mengatakan bahwa perguruan tinggi akan melanjutkan kode seragamnya, yang mencakup kerudung, seperti yang telah diputuskan oleh panitia.  Wakil presiden Komite Pengembangan Perguruan Tinggi Yashpal Suvarna mengatakan kepada Deccan Herald pada hari Sabtu bahwa tidak satu pun dari 150 wanita dari komunitas minoritas yang belajar di perguruan tinggi tersebut “mengajukan tuntutan (serupa).”

“Kampus memiliki aturan, regulasi, dan prosedur disiplin sendiri. Seragam diperkenalkan untuk menawarkan pendekatan egaliter terhadap pendidikan, karena banyak perempuan miskin yang belajar di perguruan tinggi,” katanya. “Mereka dapat menghadiri kelas jika mereka mau mengikuti aturan perguruan tinggi. Jika mereka tidak mau mengikuti aturan, mereka dapat mencari perguruan tinggi lain untuk mendapatkan pendidikan, ”tambahnya.

Orang tua dari salah satu dari enam siswa yang menjad korban mengatakan kepada harian itu bahwa dia tidak dapat berkompromi dengan praktik mereka dan mungkin akan memindahkan putrinya di perguruan tinggi lain.

Para siswa juga mengatakan kepada harian itu bahwa pihak kampus melarang mereka berbicara dalam bahasa Beary dan Urdu. Namun, pihak kampus membantah tudingan tersebut.

Insiden seperti yang terjadi pada mahasiswi Muslim juga di perguruan tinggi India lain di negara bagian itu. Mahasiswa Hindu datang ke perguruan tinggi negeri di Koppa mengenakan selendang safron untuk memprotes teman sekelas Muslim mereka yang menghadiri kelas berhijab.

Perguruan tinggi di Balagadi dilaporkan menyerah pada tuntutan dari kedua bagian dan mengizinkan siswa untuk mengenakan apa yang mereka inginkan selama beberapa hari. “Kami mengadakan pertemuan orang tua-guru yang juga akan dihadiri oleh perwakilan publik pada 10 Januari untuk menyelesaikan masalah ini. Keputusan yang diambil akan mengikat semua orang,” kata kepala sekolah Ananth Murthy kepada PTI saat itu.

Untuk diketahui, warna kunyit dikaitkan dengan agama Hindu.

Sensus terakhir India, yang dilakukan pada tahun 2011, mengungkapkan bahwa Hindu membentuk 79,8% dari populasi, sementara Muslim mencapai 14,2% dari  1,3 miliar penduduk. Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, Muslim banyak mengalami diskriminasi dan kekerasan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HinduIndiaMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya gaza banjir Gaza Diguyur Hujan Deras, Kamp Pengungsi Banjir
Tulisan selanjutnya perjuangan Matinya Perjuangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?