Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tetap Didominasi Gay, Cacar Monyet Mulai Merenggut Nyawa di Luar Afrika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Juli 2022 18:12 6:12 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Juli 2022 18:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Brazil dan Spanyol telah melaporkan kematian pertama penderita cacar monyet, yang selama ini diketahui hanya fatal di kawasan Afrika saja dan tidak dipandang berbahaya di luar benua itu.

Seorang pria berusia 41 tahun di Brazil menjadi kematian pertama dari virus itu di luar Afrika. Spanyol mengumumkan kematian pertamanya segera setelah itu, yang juga merupakan yang pertama di Eropa, lansir Associated Press Jumat (29/7/2022).

Pekan lalu, World Health Organization (WHO) menyatakan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Namun, infeksi biasanya ringan dan risiko terhadap masyarakat umumnya rendah.

Menurut Kementerian Kesehatan Brazil, korban di sana menderita limfoma dan sistem kekebalannya melemah. Orang itu juga memiliki”penyakit penyerta yang memperburuk kondisinya”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Brazil sejauh ini melaporkan 1.066 kasus terkonfirmasi dan 513 kasus dugaan. Data dari Kementerian Kesehatan Brazil menunjukkan bahwa lebih dari 98% kasus yang dikonfirmasi terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Tidak lama setelah itu, Kementerian Kesehatan Spanyol mengkonfirmasi kematian pertama di Eropa akibat virus tersebut.

Dalam sebuah laporan dikatakan bahwa dari 3.750 pasien cacar monyet, berdasarkan informasi yang tersedia , 120 atau 3,2% telah dirawat di rumah sakit dan satu meninggal. Laporan itu tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang korban.

Menurut US Centers for Disease Control and Prevention, terdapat 21.148 kasus monkeypox di seluruh dunia.

Virus cacar monyet adalah anggota keluarga virus yang sama dengan cacar, meskipun jauh lebih ringan dan para ahli mengatakan kemungkinan infeksinya rendah.

Cacar monyet kebanyakan muncul di bagian terpencil negara-negara Afrika tengah dan barat, dekat kawasan hutan hujan tropis.

Di Afrika, cacar monyet bisa menjangkiti orang dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan tidak hanya pria.

Namun, virus cacar monyet yang menyebar sekarang ini di berbagai belahan dunia hampir seluruhnya menjangkiti kalangan gay atau lelaki yang melakukan hubungan seks dengan sesama lelaki.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaBrazilCacar monyetgaylelakiMonkeypoxpriaSpanyol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madrid Setujui Lahan untuk Pemakaman Muslim
Tulisan selanjutnya Siapa Pembeli Jam Tangan Adolf Hitler $1,1 Juta?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Berita
25 Juni 2026 13:06
ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa
Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?