Hidayatullah.com–Tentara Pembebasan Suriah (FSA), kelompok bersenjata yang diakui dunia internasional sebagai pasukan oposisi melawan pasukan pro-rezim Presiden Bashar Al-Assad, telah meninggalkan medan perang di Aleppo dan pergi menuju Turki. Demikian dikatakan salah seorang pejabat keamanan Turki kepada Hurriyet Daily News Selasa (17/11/2014).
“Pemimpinnya Jamal Marouf telah menyelamatkan diri ke Turki,” demikian dikonfirmasi seorang pejabat keamanan Turki yang tidak mau disebutkan identitasnya.
“Dia sekarang ditampung dan dilindungi oleh negara Turki,” imbunya.
Jumlah tentara FSA yang ditarik mundur dari Aleppo sekitar 14.000 personel.
Sumber itu tidak memberikan tanggal pasti kapan Marouf melarikan diri ke Turki, tetapi hanya mengatakan sekitar dua pekan lalu atau pada paruh pertama Nopember. Dia menolak untuk mengungkapkan keberadaan Marouf di Turki.
Akibat tindakan itu, FSA kehilangan kontrol atas pintu perbatasan Bab Al-Hawa yang berhadapan langsung dengan pintu perbatasan Turki Cilvegozu di Reyhanli. Wilayah itu sekarang dikuasai oleh kelompok oposisi Suriah yang kecil dan tidak kuat, Ahrar Al-Syam.
Sumber itu juga mengatakan bahwa persenjataan yang didapat FSA dari Amerika Serikat dan negara koalisi yang memerangi kelompok ISIS/ISIL dan pasukan pro-Assad, kemungkinan jatuh ke tangan Ahrar Al-Syam dan Al-Nusra –kelompok bersenjata yang diakui Al-Qaidah sebagai afialiasi resminya di Suriah.
Terkait dengan kemungkinan jatuhnya kota kedua terbesar di Suriah Aleppo, baik ke tangan ISIS/ISIL atau pasukan pro-Assad, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengeluarkan pernyataan akan kekhawatiran negaranya kebanjiran lebih banyak lagi pengungsi dari Suriah.
Saat ini sedikitnya 1,5 juta pengungsi Suriah sudah mencari tempat aman di Turki. Dengan lepasnya kota Aleppo ke tangan ISIS/ISIL ataupun pro-Assad, Turki kemungkinan akan kedatangan 2-3 juta pengungsi tambahan.*