Hidayatullah.com–Puluhan pengungsi Suriah yang terjebak di perbatasan Yordania itu mengalami kekurangan pasokan makanan dan perawatan kesehatan.
Mayoritas pengungsi kebanyakan perempuan dan anak-anak ini menurut Wakil juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Farhan Haq mencoba meninggalkan area tersebut yang diduga semakin tidak aman.
Mereka mempertaruhkan ‘bahaya dan kekurangan di lokasi gurun yang tidak bersahabat’ kata Farhan dikutip Aljazeera.
Menurut Farhat, di Hadalat, ada 4.000 orang bertahan hidup dengan tepung dan air.
Baca: PBB Minta Yordania Izinkan Masuk 12.000 Pengungsi Suriah
Hari Kamis lalu, tentara rezim Suriah dan sekutu mereka telah merampas daerah utama seluas 1.300 kilometer persegi dan bukit strategis, sepanjang perbatasan Yordania dalam upaya melawan kelompok oposisi.
Tentara rezim mengklaim, perbatasan banyak mempengaruhi aktivitas penyelundupan senjata kelompok pejuang dari Yordania ke Suriah, lapor Aljazeera.
Farhat Haq mengatakan hari Senin, badan-badan PBB “sangat memperhatikan keamanan dan perlindungan” hampir 50.000 orang yang terdampar di perbatasan ini.
Baca: Di Tanah Tak Berpenghuni, Pengungsi Suriah Terjebak di Perbatasan Yordania
“PBB menyerukan kepada semua pihak dalam konflik untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah bahaya lebih lanjut terhadap orang-orang yang takut dan rentan yang terdampar di perbatasan,” katanya dikutip AFP.
Badan-badan PBB siap mendukung otoritas Yordania, meski memiliki sumber daya yang terbatas, dan “segera memberikan perlindungan dan bantuan tambahan untuk menyelamatkan kehidupan seperlunya,” kutip Haq.*