Hidayatullah.com–Sekitar 2.100 tentara Iran telah terbunuh di Suriah dan Iraq selama tujuh tahun terakhir, itu merupakan statistik resmi pertama kerugian militer dalam konflik Iraq dan Suriah yang diungkapkan ke publik, menurut New Khalij seperti yang dilaporkan Middle East Monitor pada 8 Maret 2018.
Jumlah tersebut diumumkan pada sebuah upacara penanaman pohon di Teheran kemarin, di mana satu pohon ditanam untuk setiap tentara yang mati. Hadir juga para anggota Dewan Kota Teheran dan para keluarga tentara yang mati.
Pasukan Quds dari Garda Revolusi Iran telah menjadi milisi multi-nasional yang setia pada Iran selama tujuh tahun di Suriah, serta di Iraq. Pemerintah Iran mengatakan dasar kehadiran pasukannya ialah sebagai “penasihat”, dibenarkan oleh “permintaan resmi” untuk intervensi militer dari Damaskus dan Baghdad.
Baca: Lebih 2000 Milisi Syiah Afghanistan yang Didukung Iran Tewas di Suriah
Keberadaan Iran di Suriah telah menyebabkan kekhawatiran diantara negara regional dan internasional, karena pendirian apa yang disebut Bulan Sabit Syiah (Shia Crescent), sebuah koridor dari Iran menembus Iraq, Suriah dan Libanon, hingga ke Laut Mediterania.
Terungkapnya korban terbunuh itu di tengah-tengah munculnya perbedaan internal diantara para pejabat Iran terkait dukungan bagi Presiden Suriah Bashar Al-Assad pada awal konflik.
Menurut Wakil Presiden Intelejen Garda Revolusi Iran Hamid Mahbi, mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad enggan melanjutkan dukungan untuk Assad, dia dilaporkan mengatakan “Kita tidak harus membayar harga di Suriah … Bashar Al-Assad akan berakhir”.
Baca: Iran Diam-diam Rekrut Syiah Pakistan Bertempur di Suriah .
Namun, sikapnya ditolak oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang meyakini bahwa menarik diri dari konflik Suriah akan menciptakan masalah di masa depan.
Pada akhir tahun lalu Iran menyaksikan demonstrasi yang terjadi di lebih dari 80 kota di negara itu karena rakyat memprotes kondisi ekonomi yang buruk dan melonjaknya biaya hidup. Kala itu banyak yang meneriakkan slogan-slogan menentang peran Iran di Suriah dengan meminta Iran menghentikan intervensi regionalnya.
Merespon hal itu, Garda Revolusi mengatakan bahwa demonstrasi tersebut digerakkan oleh “musuh asing” dan telah dikalahkan. Kerusuhan lebih dari seminggu tersebut menyebabkan 22 orang tewas dan lebih dari 1.000 ditangkap.*/Nashirul Haq AR