Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

‘Genjata Senjata tak Pernah Ada’: Idlib Kembali Dibombardir

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 16 Januari 2020 14:12 2:12 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 16 Januari 2020 14:12
Bagikan
Asap mengepul setelah serangan udara yang dilaporkan oleh pasukan pro-pemerintah di kota Maaret al-Numan, provinsi barat laut Idlib, Suriah (13/01/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pasukan pemerintah Suriah didukung jet-jet tempur Rusia telah menyerang beberapa kota di provinsi Suriah barat laut, Idlib, menurut sumber lokal, melanggar genjatan senjata di benteng pejuang oposisi terakhir di negara itu lapor Al Jazeera pada Rabu (15/01/2020).

Para aktivis mengatakan kota Khan al-Subl, al-Hartamyeh, dan Maasaran di distrik Maaret al-Numaan digempur dengan mortir dan serangan udara pada Rabu menyusul jeda singkat pemboman oleh pasukan rezim Suriah.

“Jet-jet tempur Rusia telah menarget area tersebut sejak semalam. Mereka masih berkeliaran di langit hingga saat ini,” Sleiman Abdulkader, aktivis oposisi di Maaret al-Numaan, mengatakan pada Al Jazeera.

“Serangan udara terakhir dilaporkan terjadi di Maaret al-Numaan pada sekitar pukul 8.45 pagi ini,” katanya.

Menurut para penduduk dan petugas penyelamat, banyak kota dan desa di area itu telah kosong karena serangan pemerintah Suriah didukung Rusia yang menyebabkan ratusan ribu penduduknya mengungsi sejak itu dimulai pada April.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Tidak ada laporan korban terbunuh dalam serangan Rabu itu, meskipun beberapa orang terbunuh dalam serangan udara beberapa jam sebelum genjatan senjata – diumumkan oleh Rusia, sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, dan pendukung kelompok oposisi Turki – mulai berlaku pada Ahad.

Para aktivis di wilayah barat laut Suriah mengatakan serangan terbaru itu menghantam lahan pertanian, serta infrastruktur sipil termasuk sekolah, sebuah masjid, rumah dan sebuah bisnis lokal – semuanya tersebar di sepanjang desa yang terletak di dekat jalan raya M5, salah satu jalur paling penting di Suriah.

Suood Siah mengatakan warung internet miliknya di Khan al-Subi hancur pada Rabu.

“Saya menutupnya 20 hari yang lalu, dan untungnya berhasil mengevakuasi semua peralatan sebelum ikut hancur,” kata Siah, yang kembali ke Khan al-Subl pada Rabu untuk mengecek kerusakan setelah mendengar tentang serangan itu.

“Tempat yang digunakan untuk melayani orang-orang, pelayanan yang mendasar seperti toko roti atau fasilitas medis,” katanya.

“Menargetnya sama buruk dengan kejahatan.”

Menurut Siah, jet-jet Rusia cenderung menarget apapun yang menyerupai “kehidupan normal” di Idlib.

Rusia dituduh melancarkan serangan terhadap rumah sakit dan infrastruktur sipil sepanjang keterlibatannya dalam perang Suriah.

‘Genjatan senjata yang tidak pernah berlangsung’

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Rabu mengatakan Ankara dan Moskow sedang mendiskusikan pembentukan “zona mana” di mana mereka yang terusir dari rumah mereka di wilayah barat laut Suriah dapat berlindung selama bulan-bulan musim dingin.

Meskipun banyak keluarga yang mengungsi menemukan banyak keselamatan relatif di dekat perbatasan dengan Turki, situasi kemanusiaan di daerah perbatasan yang penuh sesak semakin mengerikan.

Menurut wakil juru bicara PBB Farhan Haq, para keluarga menyelamatkan diri dalam “hujan lebat dan suhu di malam hari yang mendekati titik beku”.

Ada sekitar satu juta pengungsi Suriah yang tinggal di dekat perbatasan, dengan kamp pengungsian resmi yang telah penuh.

Obeidah Dandoush, anggota kelompok Syria Relief & Development, mengatakan selama jeda singkat serangan rezim Suriah, beberapa keluarga telah kembali di tanah mereka untuk mengumpulkan hasil panen.

“Para petani ini, terutama, bersama dengan keluarga mereka, telah kembali untuk memanen kentang dan tanaman lain untuk menopang kehidupan mereka di perbatasan, di mana bahan makanan langka dan mahal bagi kebanyakan orang,” Dandoush mengatakan pada Al Jazeera.

“Banyak keluarga lain telah kembali, atau ingin kembali – tetapi mereka tidak mempercayai kata-kata rezim.” Katanya. “Mereka tahu genjatan senjata tidak pernah berlangsung.”

Hanya sebagian kecil dari ratusan ribu orang yang terusir dalam rangkaian serangan terakhir telah kembali ke rumah mereka, kata Dandoush, seraya menambahkan bahwa serangan terhadap jalan utama dan jalan raya telah menghambat upaya evakuasi di masa lalu.

Pada Selasa sore, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia berharap genjatan senjata terbaru akan bertahan dan mengatakan dia “bertekad” untuk turun tangan dan mencegah serangan oleh pasukan pemerintah Suriah di Idlib.

“Kami bertekad untuk menghentikan upaya rezim [Suriah] melanggar genjatan senjata [di Idlib] – dengan diri kami sendiri jika diperlukan. Ini bukan lelucon,” kata Erdogan, menambahkan bahwa ratusan ribu warga Suriah harus kembali ke rumah mereka sebagai bagian dari perjanjian genjatan senjata.

Wilayah Idlib merupakan rumah bagi hampir tiga juta orang, sekitar separuhnya dipindahkan ke sana dalam kelompok besar dari wilayah lain negara itu yang direbut kembali oleh pasukan pro-pemerintah.

Perang di Suriah telah membunuh ratusan ribu orang dan membuat jutaan lainnya mengungsi sejak perang pecah pada tahun 2011 dengan penindasan protes anti-pemerintah.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadIdlibPresiden TurkiRecep Tayyip ErdogansuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pemberontak libya Libya: Haftar Hanyalah Proksi bagi Pihak-pihak Lain
Tulisan selanjutnya Bimas Islam: Gratis, Ganti Buku Nikah yang Hilang/Rusak karena Banjir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?