Hidayatullah.com–Adnan (20), salah seorang anggota Laskar Muslim dilaporkan hilang setelah turut serta melakukan aksi perusakan dan pembakaran mesin ketangkasan perjudian di Cirebon pada Selasa (10/5) malam lalu.
Keterangan yang berhasil dihimpun ANTARA di Cirebon, Kamis menyebutkan, hilangnya aktivis muslim itu diduga terkait kasus perusakan disertai pembakaran puluhan mesin judi. Adnan ditengarai diculik kelompok preman pendukung perjudian.
Pihak kelompok Persatuan Pemuda Cirebon (PPC) atau dikenal dengan sebutan Laskar Muslim mengemukakan, dua hari sejak aksi perusakan dan pembakaran puluhan mesin judi itu Adnan tidak jelas keberadaannya, hingga saat ini.
Hilangnya Adnan membuat warga Desa Suranenggala, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon khawatir, terutama pihak keluarganya. Menurut keterangan lain, selain Adnan juga ada dua anggota Laskar Muslim lainnya yang diduga hilang. Namun identitas keduanya belum jelas.
Hilangnya Adnan terungkap ketika puluhan mahasiswa berunjuk rasa ke Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis siang. Dalam orasinya, para mahasiswa yang berunjukrasa memperingati peristiwa tragedi Trisaksi 12 Mei itu antara lain mengungkapkan soal hilangnya Adnan setelah dia ikut dalam aksi perusakan markas judi. Pengumuman hilangnya Adnan disampaikan Juru Bicara aksi mahasiswa, Lukman Nurhakim.
Mahasiswa kemudian menyerukan para preman judi untuk segera membebaskan Adnan, karena keluarganya resah dan sangat khawatir. Adnan tercantum dalam daftar 65 Laskar Muslim yang diperiksa Polresta, Rabu (11/5) lalu. Sepulang dari Polresta itu Adnan tidak jelas kabarnya.
"Keluarga Adnan sejak saat itu tidak mendapat kontak maupun informasi tentang keberadaan Adnan," papar Lukman.
Keluarga adnan sempat menduga polisi yang melakukan penculikan Adnan, namun para mahasiswa lebih curiga kepada perbuatan preman perjudian, karena pada saat aksi pemberantasan judi sempat terjadi bentrokan fisik antara preman dan Laskar Muslim.(ant/mi/hidayatullah.com)