Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Tolak NAMRU dan Selamatkan Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2009 12:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bertempat di Sekretariat MER-C, Jl. Kramat Lontar Jakarta Pusat, Jum’at (23/10), MER-C menggelar konferensi pers terkait NAMRU. Konferensi Pers dimulai pada pukul 10.15 pagi dan dibuka langsung oleh dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium MER-C. Turut hadir pada konferensi pers adalah dr. Joserizal Jurnalis, SpOT selaku Presidium MER-C dan Bapak M. Mursalim selaku Juru Bicara Forum Umat Islam (FUI) sekaligus relawan MER-C.
 Dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT., memulai pernyataannya dengan menyampaikan  alasan penolakan MER-C terhadap NAMRU dan mengapa NAMRU harus hengkang dari Indonesia.
 Pertama,  NAMRU bisa membawa spesimen virus keluar masuk dari Indonesia, tanpa harus melalui pemeriksaan oleh badan berwenang yang ada di negara ini. Kedua adalah NAMRU sudah lama melakukan penelitian tentang penyakit-penyakit yang berbahaya secara massal tetapi penyakit-penyakit itu sampai saat ini bukannya tambah mudah untuk diatasi tetapi makin sulit dan makin susah untuk diprediksi. Sebagai contoh, penyakit Demam Berdarah pada tahun 1990-an, outbreak penyakit adalah 5 tahun sekali, sekarang outbreak-nya semakin susah diprediksi, kadang sekali sebulan, sekali seminggu.
 Ketiga, mungkin NAMRU mempunyai sedikit manfaat bagi sebagian peneliti-peneliti Indonesia karena bisa bersinggungan dengan teknologi-teknologi modern, namun peneliti Indonesia hanya berperan sebagai pengumpul sampel dan tidak mempunyai akses langsung terhadap sampel yang diserahkan kepada NAMRU. Alasan terakhir adalah banyak sekali penyakit yang muncul akhir-akhir ini di Indonesia dimana penyakit tersebut penyebarannya juga dipertanyakan karena tidak mengikuti norma kaidah penyebaran penyakit menular secara ilmu pengetahuan (epidemologi) sehingga ada kecurigaan bahwa penyebaran penyakit-penyakit tersebut seperti direkayasa.
 “NAMRU tidak bermanfaat bagi Republik ini,” tegas Joserizal.
 Loyalitas
Presidium sekaligus pendiri LSM MER-C, Dr. Joserizal Jurnalis juga meragukan Menteri Kesehatan yang baru Ibu Endang Rahayu. 
“Kami mewaspadai secara personal kepada Ibu Endang karena beliau pernah membawa virus kita ke luar negeri dan mengatakan bahwa hal ini adalah hal biasa dan merupakan hak dia sebagai peneliti. Untuk itu, kami mempertanyakan loyalitas beliau kepada Negara ini,” tambah Joserizal.
Lebih lanjut Jose menjelaskan apabila dilihat dari segi kaidah penelitian memang sepertinya membawa virus keluar untuk diteliti dan dibuat vaksin bukan suatu masalah. Namun, virus adalah hal yang sangat penting dan mutlak adalah milik negara kita. Apabila Negara lain atau pihak lain yang ingin melakukan sharing terhadap virus tersebut seperti untuk masalah ilmu pengetahuan dsb, harus ada ketentuan yang jelas bahwa DNA virus atau apapun informasi yang ada pada virus tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang bersifat bisnis, apalagi digunakan untuk hal-hal yang lebih mengerikan lagi seperti senjata biologis.
 “Sebagai seorang menteri seharusnya Menkes terpilih tidak mempunyai mindset bahwa penelitian hanya penelitian (experiment is experiment) karena penelitian menyangkut kepentingan banyak orang dan menyangkut nasib serta pertahanan bangsa dan Negara. Menkes yang baru harus mempunyai intergritas untuk melindungsi rakyat Indonesia. Saya yakin apabila bu Menteri tidak waspada dan tidak ingin membela rakyatnya, maka kejadian seperti NAMRU akan terulang,” papar Jose.
 Terkait adanya perjanjian antara sipil dengan sipil, Presidium MER-C tersebut juga menjelaskan bahwa hal ini bukan masalah militer dengan sipil atau sipil dengan sipil. Ia menegaskan masalah kerjasama penelitian dengan Negara-negara lain bisa saja dilakukan sepanjang penelitian itu dilakukan untuk kepentingan umat manusia. Yang perlu diwaspadai adalah poin-poin kerjasama dalam perjanjian penelitian tersebut.
“Menkes yang baru, dalam konteks kerjasama dengan NAMRU mungkin tidak. Tapi dalam konteks kerjasama dengan yang lain harus diwaspadai jangan sampai terjadi seperti NAMRU. Negara harus bisa mengawasi dan mendapat akes terhadap sampel-sampel itu. Harus ada pengawasan yang lebih trasparan dan ahli-ahli kita harus diingatkan bahwa penelitian tidak hanya penelitian,” tambah Jose lebih lanjut. [mer/cha/hidayatullah.com]
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ariel “Tukang Jagal” Sharon, Membaik?
Tulisan selanjutnya Menag Baru Melepas Keberangkatan Jemaah Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah

Berita
8 Agustus 2026 06:00
Serangan Misil Houthi Tewaskan 3 ABK Kapal Komersial di Selat Bab al-Mandeb, Satu Korban WN Indonesia
Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
Ratusan Orang Kurdi Suriah Kembali ke Kampungnya Setelah Bertahun-tahun Mengungsi

Terbaru

  • Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital
  • Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah, Dorong Media Tetap Cepat, Akurat dan Harus Benar di Era Digital
  • CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani
  • Hari Literasi Muhammadiyah, Pers Didorong Jadi Penguat Demokrasi dan Ekosistem Ilmu Pengetahuan
  • Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia
  • Serangan Misil Houthi Tewaskan 3 ABK Kapal Komersial di Selat Bab al-Mandeb, Satu Korban WN Indonesia
  • Pejabat Senior Iran Sebut Isu Gaza Jadi Syarat Pembukaan Selat Hormuz
  • Helikopter Tempur Apache Jatuh di Texas Dua Prajurit Amerika Tewas
  • Tangkap Dua Pelaku Promosi Miras Pakai Ayat Al-Quran, Polisi: Masih Kami Periksa
  • DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?