Hidayatullah.com–Partai Persatuan Pembangunan mengutuk serangan tentara Israel atas kapal Mavi Marmara yang membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy di Jakarta Senin (31/5) mengatakan, serangan tentara Israel ini menegaskan perilaku Israel sebagai bangsa yang antikemanusiaan dan antiperdamaian.
“Semakin jelas bahwa Israel adalah negara penghambat terwujudnya perdamaian dunia di Timur Tengah,” kata Romahurmuziy.
Dikatakannya, PPP meminta kepada pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara bilateral maupun melalui lembaga multilateral guna menjamin keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang ditengarai berada di kapal Mavi Marmara.
PPP juga meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengirim surat protes ke Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) atas serangan Israel ke jalur Gaza sebelumnya.
PPP meminta kepada Israel dan Palestina untuk mengedepankan perdamaian melalui forum dialog sekaligus menjauhi tindakan kekerasan yang akan memakan korban jiwa lebih banyak.
“PPP meminta kepada kedua negara untuk menjunjung tinggi seluruh perjanjian damai yang telah disepakati,” kata Romy, panggilan akrab Romahurmuziy.
Informasi yang dihimpun, jumlah korban akibat serangan tentara Israel ke Kapal Mavi Marmara masih simpang siur akibat terputusnya informasi dari kapal pembawa relawan untuk masyarakat Palestina melalui lembaga kemanusiaan Insani Yardim Fakvi (IHH) Turki itu.
IHH merupakan lembaga kemanusiaan Turki yang menjadi koordinator tim bantuan kemanusiaan itu.
Dalam sejumlah situs internet, korban tewas semula sebutkan tiga orang kemudian berubah lagi menjadi sepuluh orang dan kini dikabarkan menjadi 16 orang, namun validitas maupun identitas korban belum dapat dipastikan.
Sebanyak 12 WNI ikut menjadi relawan di kapal tersebut dan hingga kini belum diketahui nasibnya. Ke-12 orang tersebut adalah empat relawan Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), empat relawan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), seorang wartawan TVOne dan tiga relawan dari Sahabat Al Aqsha-Hidayatullah, Surya Fahrizal (jurnalis hidayatullah.com), Santi Soekanto, dan Dzikrullah Ramudya. [ant/hidayatullah.com]