Hidayatullah.com– Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi, menjelaskan, saat ini, program TV “Karma” sedang dalam kajian MUI. Yang mengkaji itu antara lain Komisi Fatwa, Kajian, dan Infokom.
“Kira-kira setengah bulan ke depan sudah selesai (kajiannya),” kata Masduki saat ditemui hidayatullah.com kemarin usai acara Anugerah Syiar Ramadhan di Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Nantinya setelah kajian itu rampung, MUI akan menyerahkan hasilnya kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk ditindaklanjuti.
“Kami sebagai bagian dari umat, juga punya tanggung jawab memberikan masukan kepada KPI,” katanya.
Masduki mengingatkan, tayangan televisi secara bertahap harus melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan yang diinginkan umat Islam. “Jangan meracuni umat,” tegasnya.
Umat, kata dia, butuh pematangan-pematangan dalam beragama. “Umat Islam secara keseluruhan, kan,banyak yang awam. Umat Islam Indonesia itu mayoritas, tapi yang mengerti masalah-masalah keagamaan itu tidak banyak. Kesana kemari dia ikut saja sebenarnya.
Karena ikut, maka dia harus diberikan pencerahan-pencerahan oleh konten-konten yang ikutannya baik. Jangan diberikan konten yang ikutannya tidak baik,” imbaunya.
Di situlah MUI akan mengkaji apakah konten “Karma” baik atau tidak untuk umat.* Andi