Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gulai Tanpa Santan, Hidangan Lebaran di Mukomuko

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Masyarakat Desa Sungai Ipuh, Selagan Raya  Mukomuko, punya cara khas dalam memupuk persaudaraan saat Lebaran tiba. Mereka menggelar tradisi pemotongan kerbau untuk dijadikan bahan dasar gulai sempedeh atau disebut juga asam pedas.
“Tahun ini jumlah kerbau yang dipotong lebih sedikit karena dua bulan lalu ada serangan penyakit ngorok pada kerbau yang ada di desa ini,” kata Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Sungai Ipuh Barlian, sehari menjelang Lebaran.
Sebanyak delapan ekor kerbau akan dipotong setelah salat zuhur dengan memilih kerbau terbaik dan terjamin kesehatannya.
“Pemotongan dilakukan di lapangan dan saat pemotongan juga sudah disaksikan penduduk desa karena setelah dipotong langsung dibagi di tempat saat itu juga,” katanya menjelaskan.
Pada saat itu, kata dia, terlihat betapa akurnya warga Sungai Ipuh. Persaudaraan mereka akan lebih diikat dengan menu yang akan mereka masak setelah pemotongan kerbau itu selesai. 
Sistem pembagian daging tidak berdasarkan harga per kilogram, tetapi dibagi sesuai dengan jumlah daging setelah dikelompokkan menjadi tumpukan seharga Rp100 ribu per tumpuk.
Untuk mendapatkan daging ini beberapa keluarga bisa bergotong royong membeli setiap tumpukan daging dengan harga tersebut kemudian dibagi rata.
“Bagi yang mampu membeli satu tumpukan bisa langsung membeli. Tapi biasanya daging ini sudah dipesan satu minggu sebelum pemotongan,” katanya.
Barlian mengatakan, pemotongan daging kerbau juga sudah dilakukan masyarakat setempat satu hari sebelum datangnya bulan Suci Ramadhan.
Tradisi pemotongan kerbau ini memang dilakukan saat menyambut bulan suci Ramadhan dan akan dilakukan kembali saat menyambut Idul Fitri.
Asam pedas
Seluruh daging kerbau yang dibagikan kepada masyarakat itu dimasak dengan bumbu yang sama yang disebut gulai sempedeh atau asam pedas.
Kuliner ini unik, karena dibuat tanpa santan kelapa. Ini berbeda dengan masakan lain yang biasa dibuat masyarakat Desa Sungai Ipuh yang berada di zona penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) itu. 
“Masakan ini tanpa santan kelapa, cukup berbeda karena kami selalu menggunakan santan dalam menu sehari-hari,” kata seorang warga setempat, Nurjanah.
Meski tanpa santan, masakan itu tampil dengan bumbu yang kaya: cabe, jahe, lengkuas, bawang putih, bawang merah, daun jeruk, serai ketumbar, dan dua sendok makan minyak manis.
Semua bumbu digiling halus, kecuali bawang yang diiris halus dan digoreng terlebih dahulu hingga harum.
“Kemudian bumbu halus dimasukkan. Setelah wangi baru daging kerbau dimasukkan dicampur dengan air dan garam secukupnya, dimasak hingga daging empuk,” katanya menjelaskan.
Gulai sempedeh yang melambangkan persaudaraan dan persatuan akan menjadi menu wajib masyarakat setempat setelah menyambut malam takbiran sebagai tanda datangnya Hari Kemenangan.[ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Pelecehan Gereja Butuh Tindakan, Bukan Kata-Kata Paus
Tulisan selanjutnya Saham VOC Ditemukan, Indonesia Dijajah Perusahaan Multinasional Kere?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak

Berita
11 Juni 2026 12:00
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis

Terbaru

  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
  • PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja
  • Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
  • Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?