Hidayatullah.com — Direktur Lembaga Pengkajian Politik dan Syariat Islam (LPPSI) Fauzan Al-Anshari, mengatakan bencana bertubi-tubi yang melanda negeri belakangan ini mulai dari banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, dan gunung meletus di Yogyakarta, dan banyak rentetan bencana lainnya, bisa jadi karena kemaksiatan yang dilakukan bangsa ini.
Fauzan mengimbuhkan, barangkali segenap komponen bangsa atau yang pemimpin tidak melakukan zina dalam arti sebenarnya, tapi hal itu bisa terjadi tanpa disadari.
“Jika itu kita biarkan atau mendiamkan, tidak mencegah, dan tidak berusaha untuk mengubah kondisi tersebut, maka azab tidak saja akan ditimpakan kepada yang berzina, tapi juga yang mendiamkan,” kata kata Fauzan kepada Hidayatullah.com, Ahad, (09/01).
Mengutip firman Allah subhana wata’ala dalam Qur’an surah al-Anfal ayat 25, Fauzan mengingatkan, diamnya seseorang ketika melihat kemaksiatan adalah kehancuran, apalagi hanya membiarkan berlangsung tanpa ada perlawanan dan penolakan sama sekali.
Surah al Anfal ayat 25 itu berbunyi yang artinya: “Peliharalah dirimu dari siksa yang tidak khusus menimpa orang-oran dzalim saja diantara kamu. Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya”.
Pemberantasan kemaksiatan yang paling efektif, lanjut fauzan, tentu jika itu dilakukan oleh Negara. Yaitu negara yang menerapkan syariah secara kaffah. Maka setiap Mukmin, pesan Fauzan, harus berkomitmen dan berjuang untuk menegakkannya.
Pernyataan Fauzan tersebut disampaikan dia terkait kondisi anak bangsa dan negera Indonesia yang semakin mengkhawatirkan. Seorang presiden menjadi bahan tertawaan rakyatnya, sama sekali tak berharga lagi.
Perilaku hedonisme remaja, kata Fauzan, pun patut dikhawatirkan. Seperti berita tentang pesta pora perayaan dan menyambut pergantian tahun baru beberapa waktu lalu. Sejumlah wilayah dan daerah di Indonesia pada saat menjelang dan perayaan pergantian tahun, kondom laris manis di pasaran.
Fauzan mengutip sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan Al Hakim dalam al Mustadrak, II/37, berbunyi: “Jika telah merajalela Zina dan Riba di suatu negeri, maka sungguh mereka telah menghalalkan diri mereka untuk menerima azab Allah”.
“Kita patut beristighfar, Astaghfirullah!,” tandas Fauzan, prihatin. [ain/hidayatullah.com]