Hidayatullah.com–Dari jumlah tahanan 1594 di Rutan Medaeng, Surabaya, sekitar 30 persennya adalah kasus narkoba. Kasus narkoba di rutan kelas 1 Surabaya itu boleh dibilang memang paling tinggi dari kasus lainnya.
“Kasus narkoba paling tinggi dibanding pencurian, curas, dan kriminal lainnya,” kata Kasi Pelayanan Tahanan, Suwanto kepada hidayatullah.com Selasa (8/3).
Suwanto mengatakan, beberapa kurun waktu terakhir di Surabaya, kasus narkoba semakin merajalela. Bahkan, penggunanya hampir merata. “Ada dokter, pengacara bahkan dosen,” katanya. Tapi, lanjutnya, kebanyakan penggunanya adalah laki-laki.
Menurut Suwanto, para pengguna narkoba karena salah pergaulan. Mereka memakai barang haram itu karena terpengaruh pergaulan temannya. Karena itu, masyarakat harus selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.
Ada banyak jenis narkoba yang biasanya digunakan. Tapi, biasanya penggunaan lewat jarum suntik paling berbahaya. Sebab, kata Suwanto, HIV dan AIDS itu paling mudah menular lewat jarum suntik atau seks bebas.
Di Rutan Medaeng sendiri, kata Suwanto, ada sekitar lima tahanan yang terjangkiti HIV. “Kita bisa melihat tahanan yang terindikasi HIV/AIDS,” katanya. Karena itu, Suwanto mengimbau agar masyarakat menjauhi narkoba.*