Hidayatullah.com–Program “Gemmar Mengaji” (Gerakan Maghrib Mengaji) yang dicanangkan Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DI Yogyakarta (DIY) dan DPP Hidayatullah.
Seperti dikatakan Sekretaris Umum MUI DIY, KRT Ahmad Muhsin Kalamudiningrat, akhir pekan lalu, Gemmar Mengaji dapat menangkal pengaruh negatif yang ditayangkan lima ‘layar’. Kelima layar itu adalah layar televisi, telepon seluler (ponsel), internet, komik, dan majalah atau komik.
Dalam program Gemmar Mengaji, DIY termasuk salah satu dari enam daerah percontohan.
“Program itu harus didukung. Di Yogyakarta, sebetulnya gerakan membaca al-Quran sudah lama digalakkan, yang diperkuat dengan Ingub (Instruksi Gubernur DIY tentang Gerakan Pemahaman dan Pengamalan Isi Kandungan Al Quran),” ujar Muhsin.
Sementara itu, Kemenag Provinsi DIY langsung menindaklanjuti program Gemmar Mengaji dengan malakukan sosialisasi ke kabupaten/kota di DIY.
“Gerakan ini akan ditindaklanjuti bersama Gubernur DIY dan kebetulan sinergis dengan Instruksi Gubernur DIY No 5 Tahun 1997 tentang Gerakan Pemahaman dan Pengamalan Isi Kandungan Al Quran (GPPA),” kata Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DIY, Maskul Haji.
Grand MBA
Sebelum ini, DPP Hidayatullah sudah menjalankan program Grand MBA (Gerakan Dakwah Belajar dan Mengajar al-Quran).
Dalam proses mendukung program Grand MBA (Gerakan Dakwah Belajar dan Mengajar al-Quran), Hidayatullah dalam rilis pers nya juga ikut menggalang program wakaf al-Quran. Program wakaf al-Quran di danai oleh kaum Muslimin yang mewakafkan hartanya untuk mencetak al-Quran.
Diakui Hidayatullah, program Grand MBA ini sudah berjalan 3 tahun ini.
Target penerima wakaf al-Quran ini adalah yayasan-yayasan Islam, masjid dan mushola, majlis taklim di seluruh penjuru tanah yang memang layak untuk menerimanya. Program MBA ini juga didukung penuh oleh para dai Hidayatullah yang tersebar di seluruh Indonesia.*