Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Umat Islam Mesir Tolak Gubernur dari Kristen

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 20 April 2011 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Demonstran yang dipimpin kelompok Islam di selatan Mesir menggelar aksi protes. Mereka bersumpah tidak akan mengakhiri kampanye penentangan hingga pemerintah memberhentikan seorang gubernur Kristen Koptik yang baru terpilih.

Para demonstran, banyak yang berasal dari kelompok Salafi, melancarkan aksi duduk di atas jalur rel kereta api. Mereka juga menguasai gedung-gedung pemerintah dan memblokir jalan utama di selatan kota Qena. Mereka bersikukuh bahwa gubernur yang baru tidak akan dapat memberlakukan hukum Islam dengan layak.

Aksi duduk ini sudah dimulai sejak Jumat lalu. Kebijakan ini berasal dari menteri dalam negeri yang juga baru ditunjuk.

Sejak tergulingnya Presiden Husni Mubarak 11 Februari lalu dalam gerakan revolusi rakyat, berbagai kelompok Islam bersikap lebih fleksibel dan bersumpah untuk lebih aktif dalam politik ketika Mesir dalam transisi demokrasi.

Minoritas Koptik di Mesir mewakili sekitar 10 persen dari 82 juta penduduk. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gubernur yang baru terpilih itu adalah seorang Kristen dan mantan jenderal polisi. Tapi ia dipilih Mubarak dan tidak kompeten serta dekat dengan rejim sehingga kubu Salafi berhasil menggalang dukungan lokal untuk menyatakan ketidakpuasan warga atas kepemimpinannya.

Kampanye ketidakpatuhan publik membuat Menteri Dalam Negeri Mansour el-Eissawi mengunjungi Qena untuk mencoba meredam situasi itu.

“Jika ada keputusan penggantian gubernur kepada orang Muslim sipil, kami akan menghentikan aksi dan kehidupan akan kembali seperti biasa,” ujar Syeik Qureishi Salama, imam masjid lokal, sambil mempertanyakan mengapa wilayah miskin mereka ini ditempatkan seorang gubernur dari Kristen.

“Mengapa Qena menjadi tempat uji coba bagi orang Kristen?” Dia bertanya. “Kami bukan kelinci percobaan.”

Diaa Rashwan, seorang ahli pada kelompok Islam dan penduduk asli Qena mengatakan, bagi mayoritas penduduk, masalah baru adalah adanya tren pengangkatan mantan para jenderal polisi sebagai gubernur.

Jatuhnya Husni Mubarak menjadikan peluang gerakan Islam  ikut ambil bagian. Selain kelompok Al Ikhwan al Muslimun, kelompok Salafi juga mulai ikut. Mereka semua kini ikut menjadi vokal.

Sebelumnya, Ikhwan adalah kelompok yang dilarang dan paling dihambat oleh Mubarak.

Namun umumnya media asing paling sibuk menulis sinis. Seolah-oleh kelompok ini berusaha untuk mendirikan negara Islam dan akan memotong tangan orang seenaknya jika hukum Islam diterapkan.

“Kita tidak bisa tidur lagi, jadi kita akan memberikan ruang untuk agama ini berkembang di Mesir jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Saad al-Husseini, pemimpin Ikhwan dikutip Al-Masry Al-Youm.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Mesirold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amerika Dorong Siswa Kuwait Jadi Jurnalis
Tulisan selanjutnya “Gemmar Mengaji” Cegah Dampak Negatif Lima ‘Layar’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?