Hidayatullah.com–Gagasan “Bertani Satu Ibadah” yang dilaksanakan oleh pemerintahan Kelantan dalam membawa golongan petani untuk mendampingi Allah dalam segala hal yang dilakukan telah diakui oleh pemerintahan Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kerjasama Internasional Kementerian Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Tahlim Sudaryanto, MS ketika mengadakan pertemuan dengan deligasi pemerintahan negara bagian Kelantan yang dipimpin oleh Ketua Komite Pertanian, Industri Desa dan Bioteknologi Che Abdullah Mat Nawi dalam kunjungan kehormatan di Kementerian Pertanian Republik Indonesia baru-baru ini.
Prof.Tahlim mengatakan, konsep “Bertani Satu Ibadah” sangat sesuai untuk dipratikkan di mana saja untuk memberi kesadaran kepada para petani bahwa apa yang mereka laksanakan itu adalah satu ibadah kepada Allah SWT.
Melalui konsep “Bertani Satu Ibadah”, petani akan merasakan satu tanggungjawab penuh mereka kepada kehidupan manusia di muka bumi ini dan sebagai penyumbang sumber makanan kepada rakyat yang lain disamping itu ia juga akan menguatkan lagi keyakinan golongan petani tersebut setiap apa yang mereka lakukan akan diberi ganjaran dosa dan pahala.
“Saya merasakan gagasan “Bertani Satu Ibadah” yang dilakukan oleh Kelantan adalah satu perkara yang amat baik dan dapat ditularkan kemana saja karana hal itu sangat sesuai untuk penyadaran para petani bahwa usaha mereka itu adalah satu ibadah kepada Allah,” ujarnya.
Menyinggung bidang pertanian di Indonesia, Tahlim mengatakan Indonesia yang merupakan sebuah negara memiliki penduduk lebih 237 juta menjadikan bidang pertanian diperdagangkan dalam bidang utama negara terutama budidaya padi, di samping itu penternakan.
“Karena Indonesia negara yang padat penduduknya, penyediaan bahan makanan seharusnya dipertimbangkan, karena itu berbagai langkah telah dilaksanakan di sini termasuk penggunaan teknologi modern yang dipindahkan dari Negara tetangga termasukkan dari Malaysia,” katanya lagi.
Indonesia, ujar Tahlim, merupakan sebuah negara pertanian dan pengekspor. Kelapa sawit, karet, kopi dan kakao masih menjadi sumber pendapatan utama negara disamping penyediaan penanaman padi untuk rakyat sendiri.
Sementara itu Che Abdullah dalam pertemuan itu mengatakan, kesanggupan pihak Kementerian Indonesia menerima rakyat Kelantan untuk dapat mempelajari bidang peternakan disambut baik dan akan dibuat satu kajian kapan dapat menimba ilmu tersebut dari Indonesia dan bisa dikembangkan di Kerajaan Kelantan.
“Saya juga memberitahukan Kelantan adalah sebuah negeri yang masih berasaskan pertanian dan menjadikan Kelantan sebagai Jelapang Makanan Negara 2015 ini dan pihak kementerian Pertanian Indonesia begitu berminat untuk membantu kita dalam pelbagai aspek untuk memastikan kesuksesan kita mencapai sasaran tersebut dan ini membuktikan jalinan baik antara Kelantan dan Indonesia dalam bidang pertanian,” katanya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut mantan Menteri Negara yang juga Adun Perupok Datuk Omar Mohamed, Direktur Departemen Pertanian Kelantan Hajjah Maliha Ghazali serta Wakil Departemen Pertanian Daerah.
Rombongan berjumlah 40 orang tersebut turut membuat kunjungan ke Taman Buah Mekarsari yang terletak di Cileungsi, Bongor, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Pusat Pengembang Sapi dan Pusat Eco-Pesantren Darul Tauhid di daerah Bandung.*/Nur Aminah