Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hendropriyono Sebut Al Zaitun Bukan Sarang NII KW-9

Bambang S
Terakhir diupdate:
Bambang S
Dipublikasikan 8 Juni 2011 08:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menanggapi isu yang berkembang tentang kedekatannya dengan Pondok pesantren Al   Zaitun yang dicurigai sebagai pusat penyebaran Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 (NII KW-9), mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN),  AM. Hendropriyono rupanya ikut “membela”.

“Al Zaitun tidak ada masalah, dan ini sudah diselidiki oleh intel-intel Pancasilais,” kata Hendro di sela-sela acara diskusi penanggulangan radikalisme di Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (07/06/2011) kemarin.

Pada awalnya Hendro mengakui, Al Zaitun dicurigai sebagai tempat perekrutan NII, di mana para anasir NII melakukan pengumpulan dana yang kemudian dijadikan sebuah pondok pesantren super megah.

Namun menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan terhadap pesantren tersebut tidak ada pengkaderan dan penyebaran faham NII.

“Tidak ada perekrutan dan pengajaran faham NII di Al Zaitun,” ujar Kepala BIN era Megawati tersebut.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tambahnya, kedatangannya ke pesantren Al Zaitun ketika zaman pemerintahan Megawati, dalam rangka menggantikan Megawati yang tak sempat hadir untuk melakukan  peletakkan batu pertama Gedung Soekarno. Ia mengaku ditemani oleh Muethia Hatta, dan anak dari Jenderal Sudirman yang turut serta meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Moh. Hatta, dan balai belajar Jend. Soedirman di Pesantren itu.

Menurutnya pembangunan gedung tersebut punya kaitan erat dengan ideologi pesantren tersebut.

“Tokoh-tokoh tersebut kan musuh NII, jadi tidak mungkin Al Zaitun membangun gedung tersebut jika mereka memang terkait NII,” sanggahnya meyakinkan.

Hendro berpendapat, isu yang menyatakan bahwa Al Zaitun adalah buatan dan  rekayasa Iintelijen adalah kemustahilan, karena menurutnya BIN selalu dibawahi oleh pimpinan yang berbeda.

“Kepala BIN itu dari dulu sudah berganti-ganti, mana mungkin merekayasa Al Zaitun,” lontarnya.

Untuk menguatkan pendapatnya, Hendro menceritakan, pada masa pemerintahan Soeharto di mana menjadi sekretarisnya, pernah dirinya ditanyakan apakah mengetahui keberadaan pesantren Al Zaitun, dan ia mengiyakan. Soeharto lalu menyuruhnya mengirimkan sumbangan sebanyak 100 ekor sapi ke pesantren tersebut.

“Tidak mungkin pak Harto tak mengetahui tetang Al Zaitun jika memang terkait NII, buktinya ia menyumbang sapi,” tandas Hendro.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya XL Luncurkan Kartu Seluler Syariah Pertama
Tulisan selanjutnya Rokok: Beda Antara Eropa dan Indonesia!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Terbaru

  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?