Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Abdul Mannan: Dekat dengan Masjid Pengaruhi Kejeniusan Otak

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate:
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 24 Juli 2011 23:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ada yang menarik dari sistem pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok. Selain waktu perkuliahannya yang relatif singkat kurang lebih dua tahun untuk program sarjana (S1), juga sistem kuliah kerja nyata (KKN) bagi mahasiswa akhir yang bisa dikatakan belum begitu dikenal luas.

Jika di kebanyakan perguruan tinggi lain mahasiswa yang KKN diterjunkan ke masyarakat dengan berbagai bentuk kegiatan, seperti bakti sosial dan sebagainya, di STIE Hidayatullah para mahasiswa yang sudah menyelesaikan skripsinya disebarkan ke masjid-masjid.

Metode KKN berbasis masjid ini merupakan terobosan baru STIE Hidayatullah, dimulai pertengahan Oktober tahun lalu hingga selama delapan bulan. Sebanyak 21 masjid di lima kecamatan se-Kota Depok  digunakan untuk praktek kerja lapangan.

Tiap masjid hanya diisi maksimal dua orang, ada juga yang sendirian, tergantung kesiapan masing-masing pengurus masjid. Program kegiatannya beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan jamaah dan situasi masjid. Jika “rumah Allah” yang ditempati punya BMT (Baitul Mal wat Tamwil/lembaga keuangan mikro), maka mereka aktif di BMT, atau di Taman Pendidikan Al-Qur’an-nya. Kalau di sebuah masjid ada remaja masjidnya, maka tugas mereka membina remaja tersebut.

Bukan tanpa alasan langkah itu diambil oleh manajemen salah satu sekolah tinggi milik Ormas Hidayatullah yang berlokasi di Jl. Raya Kali Mulya RT 01/01 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat ini. Selain masih tergolong mempelopori, juga karena masjid sebagai salah satu sarana penggemblengan spiritual memiliki kaitan yang sangat erat dengan intelektual seseorang.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hal itu ditegaskan Ketua STIE Hidayatullah, Dr. Abdul Mannan pada pembekalan terhadap para mahasiswanya dalam acara “Tarhib Ramadhan dan Penugasan Da’i Sarjana” di Masjid Ummul Quraa, Kalimulya, Depok, Sabtu (23/7).

“Korelasinya sangat signifikan, antara masjid dengan kejeniusan otak,” ujar Manan di hadapan peserta acara yang juga dihadiri ratusan santri, warga dan jama’ah Pesantren Hidayatullah se-Jabodetabek.

Sebab, lanjut Ketua Umum Pimpinan Pusat Hidayatullah itu, Allah SWT telah menyatakan bahwa jika orang yang bertakwa pasti akan diajarkan suatu ilmu oleh Allah kepadanya.

“Sudah pasti, nggak ada hipotesa lagi. Langsung kesimpulan, pasti (diberi ilmu),” tukasnya, setelah sebelumnya mengutip salah satu ayat Al-Qur’an berkaitan dengan ketakwaan dan keilmuan.

Pengembangannya, Mannan berpesan terkhusus kepada puluhan lulusan STIE Hidayatullah angkatan 2010-2011, bahwa salah satu kunci kesuksesan dalam menjalankan amanah adalah spiritualitas. Di antaranya, kata dia, dengan qiyamullail (bangun sholat malam) dan membaca Al-Qur’an. Jangan sampai luput, tidak tahajjud satu malam pun.

Dalam sehari, paling tidak menamatkan satu juz Al-Qur’an. Jika sudah demikian pasti Allah akan memberikan ilmu-Nya. Hal ini berdasarkan fakta empiris (pengalaman) yang Mannan dapatkan selama ini.

Dosen Ilmu Manajemen di STIE Hidayatullah itu juga berpendapat bahwa masjid sebagai pusat peradaban dapat melahirkan kekuatan spiritual. Di bulan puasa nanti, Mannan berharap bisa menjadi ajang pembuktian  keyakinan tersebut.

Pada acara menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1432 H ini, sekaligus dirangkai “pelepasan” secara resmi 32 kader sarjana STIE Hidayatullah yang akan ditugaskan ke berbagai daerah di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan kepulauan Maluku. Sebelumnya pada hari yang sama, 32 “sarjana ekonomi” tersebut diwisuda di gedung baru STIE Hidayatullah yang masih dalam tahap pembangunan.*

Keterangan foto:

Dr. Abdul Mannan saat berbicara dan kemudian berfoto bersama Wisudawan STIE Hidayatullah 2010-2011.

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kehakiman Amerika Tolak Buka Kasus Malcolm X
Tulisan selanjutnya Jemaah Bisa Melunasi Setoran Haji Awal Agustus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?