Hidayatullah.com — Setelah Munarman, peserta Globar March to Jerussalem (GMJ) yang ditolak masuk oleh intelijen Yordania pada tanggal 28 Maret lalu, kini Mujtahid Hasyim, aktifis mewakili Voice of Palestine dalam GMJ ini yang dideportasi dari Yordania hari Sabtu, 31 Maret lalu.
Mujtahid Hasyim ikut dalam rombongan darat yang mengambil start dari Teheran menuju perbatasan Yordan Palestina.
Sebelumnya, Munarman yang juga pernah menjadi Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini lebih dulu dideportasi. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut sangat tidak masuk akal. Menurutnya, sangat jelas bahwa agen intelijen Indonesia yang memberi informasi ke intelijen Yordania adalah agen Zionis-Israel.
“Agen agen pemberi informasi dari pihak Indonesia dan pihak intelijen yang melarang masuk adalah jelas merupakan sikap ketakutan pada aktifis anti zionisme,” kata Munarman dalam pesan pendeknya kepada hidayatullah.com belum lama ini.
Lebih lanjut Munarman mengungkapkan, aksi deportasi sepihak ini menunjukkan bahwa jaringan intelijen yang bekerja untuk mendukung Zionis Israel menyebar di institusi intelijen negara baik Indonesia maupun Yordania. Oleh karena itu, tegas dia, pemerintah harus segera membersihkan infiltrasi intelijen zionis Israel di dalam lembaga intelijen Indonesia.
“Karena Zionis Israel adalah sebuah entitas yang hingga hari ini terus melakukan kejahatan kemanusiaan, agresi, penjajahan, rasisme, dan rezim apartheid yang sangat bertentangan dengan pembukaan kosntitusi Indonesia,” jelas Munarman yang mewakili organisasi Front Pembela Islam (FPI) dalam konvoi ini.
Sebelumnya, dalam kasus ini, Duta Besar RI di Jordan Zainul Bahar Nur sempat langsung datang ke bandara untuk melakukan negosiasi dengan pihak imigrasi Yordania.
Namun, negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil karena Munarman tetap tidak bisa masuk ke Yordania. Alasan yang disampaikan oleh pihak Imigrasi Yordania bahwa penolakan Munarman adalah atas permintaan pihak intelijen RI.*
Foto: forum keadilan