Hidayatullah.com–Perluasan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta dinilai sangat terkait dengan agenda pergantian rezim pemerintahan Indonesia pada tahun 2014. AS ditengarai ingin memastikan pengganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap dalam kendali Gedung Putih. Pernyataan ini disampaikan Mashadi, mantan anggota Komisi I DPR-RI, yang membidangi pertahanan, keamanan dan politik luar negeri.
“Pergantian rezim tetap mereka ingin kelola, “ tandas Mashadi kepada hidayatullah.com, Rabu (01/08/2012) di Jakarta.
Menurut Mashadi, bergulirnya pemilu dua tahun lagi, bukan tidak mungkin menampilkan nama baru dalam jagat politik nasional. AS dinilai khawatir melihat menguatnya kelompok oposisi terhadap rezim saat ini. Padahal AS memiliki aset strategis seperti Freeport di Papua yang selama ini dilindungi Pemerintahan Indonesia.
“Presiden baru di Indonesia diharapkan tetap menjaga hubungan antara Indonesia dengan Amerika,” jelasnya.
Melihat fenomena ini, mantan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) itu meminta agar umat Islam melakukan langkah-langkah strategis demi mengantisipasi kebijakan-kebijakan AS. Umat Islam dituntut untuk sadar bahwa negeri Paman Sam tersebut memiliki kepentingan strategis di Indonesia.
“Tidak cukup hanya dengan aksi dan statement politik,” pintanya.
Sebelumnya, Selasa (31/07/2012) sejumlah organisasi massa (ormas) Islam meminta pemerintah menggagalkan rencana perluasan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang terletak di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tak jauh dari tugu Monas dan Istana Negara. [baca juga: Ormas Islam Minta Pemerintah Gagalkan Rencana Perluasan Kedubes AS]
Dalam kesempatan itu, mantan Menteri sosial, Bachtiar Hamsyah mengatakan bangsa Indonesia sudah sejak lama disetir oleh Amerika Serikat. Sudah saatnya kini pemerintah Indonesia menunjukkan kedaulatannya di negaranya sendiri.*