Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhsin Labib Sebut Fatwa MUI Jatim “Izin Membunuh”

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 19 September 2012 18:02
Bagikan
“Saya kasihan, seorang doktor tetapi bicara tanpa menggunakan data"
Bagikan

Hidayatullah.com–Terbunuhnya salah satu warga Syiah saat konflik Sampang pada 26 Agustus lalu, diduga penyebab utamanya berasal dari fatwa sesat Syiah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Dugaan ini datang dari Direktur Moderat Institute, Dr. Muhsin Labib.

“Fatwa sesat MUI Jawa Timur telah menjadi license to kill atau sayembara pahala membunuh. Oleh masyarakat awam fatwa tersebut dianggap legalisasi untuk membunuh,” ungkapnya saat menjadi salah satu narasumber dalam peluncuran buku putih Syiah bertema “Menuju Kesepahaman dan Kerukunan Umat Islam”  bertempat di Gedung Graha Sucofindo, Jalan Pasar Minggu, Kav 34 Jakarta Selatan, Selasa (18/09/2012) kemarin.

Tak hanya Muhsin Labib, dalam acara yang diprakarsai oleh organisasi Syiah, Ahlul Bait Indonesia (ABI) itu Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr Zainun Kamal mendukung dugaan serupa,  bahwa fatwa dari MUI Jatim tentang kesesatan Syiah sebagai memicu kekerasan di Sampang.

Menurut Muhsin Labib, seharusnya sebelum MUI Jatim membuat sebuah fatwa, dijelaskan dulu mengenai fatwa tersebut dan harus ada keterbukaan kepada semua pihak. 

Tidak hanya menduga, Muhsin juga menilai bahwa orang yang anti Syiah bisa menjadi ancaman bagi negara Republik Indonesia.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Orang yang anti Syiah adalah orang yang esktrimis dan menjadi ancaman bagi negara Republik Indonesia,” tandas pria lulusan Qom, Iran ini.

PWNU dan Ulama Madura

Sebelum ini, dalam tulisan kolomnya berjudul “License to Kill” di Sindo WEEKLY, no. 27 tahun I, 6 September-12 September 2012, ia juga menuduh NU, Muhammadiyah dan ulama Madura yang tergabung dalam Badan Silaturahim Ulama Pesantren Madura (BASSRA) sebagai biang kerusuhan.

“Padahal sumber masalahnya adalah fatwa pensesatan aliran Syiah yang diterbitkan oleh MUI Jatim, MUI Sampang, sikap PWNU Jatim, PW Muhammadiyah Jatim, dan beberapa ulama yang tergabung dalam BASRA,” tulisnya.

Ia juga menilai, fatwa MUI telah menjadikan orang menjadi beringas.

“Tidaklah mengherankan, bila hanya karena fatwa sesat terhadap Syiah, ratusan manusia bisa berubah menjadi beringas dan tega melakukan kekerasan. Tanpa dasar pemaknaan berlebih tentang wewenang MUI tersebut, mustahil perbuatan biadab itu,” demikian tulisnya lagi.

Menanggapi tudingan Muhsin Labib ini, Sekretaris MUI Jawa Timur Mohammad Yunus hanya tersenyum.

“Saya kasihan sama beliau, seorang doktor tapi bicaranya kurang ilmiah, “ujar Yunus kepada hidayatullah.com, Rabu (19/09/2012).

Yunus mengatakan, konflik Syiah di Sampang sudah terjadi semenjak 2003-2004. Konflik makin panas justru saat Tajul Muluk datang dari Timur Tengah. Namun kekerasan fisik baru terjadi belakangan ini, tepatnya Desember 2011 dan kedua kali pada 26 Agustus 2012.
 
“Lucu saja menuduh fatwa MUI Jatim sumber kekerasan, lha fatwa itu dikeluarkan baru belakangan, Januari tahun 2012. Sedang kekerasan sudah setahun lalu. Di mana hubungannya?” ujar Yunus. Lagi pula, Yunus yakin, ia (Muhsin, red) tak baca tuntas isi fatwa MUI Jatim. [baca juga: Fatwa MUI dan Pergub Direstui NU dan Muhammadiyah]

Seperti diketahui, dalam buku “Fatwa MUI Jatim tentang kesesatan Syiah” tahun 2012 di halaman 52 tentang sub bab rekomendasi disebutkan, MUI meminta umat Islam tidak melakukan tindakan anarki (kekerasan) karena hal itu dinilai bertentangan dengan Islam.

“Saya kasihan, seorang doktor tetapi bicara tanpa menggunakan data. Nanti orang lain jadi tertawa, “ tambah Yunus.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MUI Jatimold migratesyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bank Dunia: Krisis Ekonomi Palestina Semakin Parah
Tulisan selanjutnya Assad akan Serahkan Senjata Kimia ke Hizbullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?