Hidayatullah.com–Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Pekanbaru, Riau menggelar aksi solidaritas untuk Palestina, Ahad siang (18/11/2012).
Massa yang terdiri dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Front Pembela Islam (FPI), Kerohanian Islam (ROHIS) serta berbagai elemen masyarakat lainnya berkumpul di jalan Cut Nyak Dien dan long march menuju RRI Pekanbaru.
Dalam aksinya, massa tampak mengibarkan bendera Palestina, membawa spanduk, poster, serta pamflet berisi pernyataan sikap dan seruan kepada masyarakat Pekanbaru agar mendukung perjuangan rakyat Palestina, selain itu juga dilakukan penggalangan dana dari masyarakat yang melewati jalan.
Salah satu orator, Syafruddin Saan mengajak masyarakat untuk mengurangi hidup bermewah-mewahan agar dapat menyumbang untuk perjuangan rakyat Palestina.
“Kurangi bermewah-mewahan. Mari bersama mengumpulkan dana untuk perjuangan Islam, kita tingkatkan ukhwuwah Islamiyah kita dengan menyumbangkan apa yang kita miliki,” ujar beliau saat menyampaikan orasi.
Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya yang disiarkan langsung oleh RRI Pekanbaru, KAMMI, KNRP serta FPI Riau mengutuk keras kebrutalan pasukan Israel terhadap warga Palestina, menyerukan solidaritas dunia Islam dan dunia inernasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina, mendesak PBB dan dan dunia internasional untuk bersikap tegas atas pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel, serta meminta ketegasan pemerintah RI untuk mendukung perjuangan Palestina dan menyerukan seluruh rakyat Indonesia berperan aktif membantu Palestina baik berupa moril maupun materil.
Perwakilan massa juga membakar bendera Israel sebagai bentuk penolakan atas kezhaliman yang terjadi di Palestina. Aksi damai ini berjalan dengan aman dan lancar, massa membubarkan diri setelah adzan ‘Ashar berkumandang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejak Rabu (14/11/2012) militer Israel menggempur wilayah Gaza, Palestina. Serangan ini telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia serta ratusan lainnya luka-luka, termasuk diantaranya komandan militer HAMAS, Ahmad Al-Ja’bari.*/Dayat, Pekanbaru