Hidayatullah.com–Sebanyak 37 undangan peserta seminar internasional agama dari Arab Saudi telah tiba di Jakarta. Demikian konfirmasi disampaikan ketua panitia acara Nanang Nuryanta.
Menurut Nanang, untuk peserta secara keseluruhan yang sudah pasti hingga Senin pagi sebanyak 268 orang, sisanya akan menyusul.
“Bersama rombongan dari Saudi ada Rektor Universitas Islam Madinah, Syeikh Muhammad Al ‘Uqla dan ada tokoh Arab Saudi, Dr. Faisal Muammar,” kata Nanang Nuryanta kepada hidayatullah.com, Senin (03/06/2013).
Menurut Nanang, Faisal Muammar adalah Direktur King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID).
Seperti pernah diberitakan media ini, Universitas Islam Madinah (UIM) Saudi Arabia bekerjasama dengan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menggelar seminar ilmiah internasional di Jakarta yang dinisiatori Khodimul Haramain (Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Abdullah bin Abdul Aziz).
Seminar ilmiah internasional yang rencananya akan digelar di Jakarta Selasa (04/06/2013) ini mengangkat tema besar; “Dialog Antar Agama dan Kebudayaan untuk Kemanusiaan dan Perdamaian Dunia”.
Digelarnya dialog bertaraf dunia ini ingin memberikan penegasan kepada dunia bahwa Islam adalah agama keselamatan dan agama dialog yang menutup semua agama langit (samawi) dengan membawa prinsip prinsip agung untuk kebaikan manusia.
“Inisiatif ini juga bertujuan untuk meluruskan potret yang salah tentang Islam dan Negara yang melindungi dan melayani dua tanah suci sebagai tempat yang paling suci dalam Islam,” kata Profesor Edy Suandi kepada media ini.
Acara direncanakan akan dihadiri 300 peserta dari berbagai agama (Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Konghucu) termasuk para diplomat dan unsur akademisi. Acara juga akan menampilkan pembicara kunci Wakil Presiden Boediono.
Seminar ilmiah internasional sehari ini yang akan digelar di Hotel Ritz Carlton Jakarta. Dialog serupa dan atas arahan Pelayan dua Tanah Suci Raja Abdullah telah dilaksanakan sebanyak 3 kali konferensi yaitu di Makkah, Vienna, dan di Jenewa.*