Hidayatullah.com- Situs resmi Front Pembela Islam (FPI) dibajak. Dua buah tulisan bernada kecaman tampak di halaman situs Ormas pimpinan Habib Muhammad Rizieq Shihab itu. Kecaman ini terdiri dari empat kalimat, ditulis dengan huruf kapital dan ukuran besar. Salah satu bunyi kalimat itu berpesan agar pengunjungnya tidak diperbodohkan media.
“KALIAN SUDAH SALAH MENILAI FPI!!!,” demikian kalimat pertama yang tampil pada situs FPI berdasarkan pantauan hidayatullah.com pada Rabu (24/07/2013) pukul 13.50 WIB.
“KALIAN SAMA SAJA MENDUKUNG MAKSIAT DI INDONESIA INI, JANGAN LAH DI PERBODOHKAN OLEH MEDIA !” bunyi kalimat selanjutnya yang ditulis dengan font besar-besar.
Di bawah tiga kalimat di atas, terdapat sebuah kalimat lain dengan tulisan lebih kecil berbunyi, “/MAAF JIKA SAYA SALAH<.”
Jika biasanya tampilan situs tersebut berwarna hijau, kini berwarna putih polos. Hanya tulisan-tulisan itu yang tampil berwarna hitam. Diduga kuat situs tersebut sedang dibajak.
Gambar bendera merah putih, Ka’bah, dan logo FPI di situs ormas tersebut hilang sama sekali. Hidayatullah.com tak mendapati keterangan maupun tulisan lain di halaman web www.fpi.or.id.
Berdasarkan pantauan hidayatullah.com di sejumlah media, situs ini beberapa kali mengalami perubahan tampilan. Hingga pukul 14.16 WIB, situs tersebut belum mengalami perbaikan. Namun, saat media ini memantau situs tersebut pada pukul 14.42, tulisan-tulisan di atas sudah hilang. Berganti dengan sejumlah tulisan lain dalam bahasa asing.
“Forbidden. You don’t have permission to access / on this server. Additionally, a 403 Forbidden error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.”
Seperti diketahui, FPI kembali menjadi sorotan publik pasca terjadinya peristiwa tabrakan di Kendal, Jawa Tengah. Media-media arus utama menilai FPI merupakan biang kerok peristiwa tersebut. Sementara media-media Islam menilai, FPI merupakan korban pemutarbalikan fakta pemberitaan.*