Hidayatullah.com–Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komjen Pol Oegroseno mengatakan, penundaan jilbab bagi polisi wanita masih menunggu Peraturan Kapolri (Perkap) soal seragam.
Menurut Oegro yang ditemui di sela-sela peringatan HUT ke 63 Kepolisian Perairan dan Kepolisian Udara Baharkam Polri di Mako Ditpoludara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (2/12/2013), sejak ada pernyataan Kapolri soal jilbab, banyak “pemandangan” tidak karuan soal penggunaan jilbab.
“Karena pemakaian jilbab ada dari Aceh ke Papua, jadi kita tunda sambil tunggu Peraturan Kapolri (Perkap). Jangan sampai pakai jilbab jadi seksi. Jangan sampai bajunya ketat, bodinya kelihatan. Malah menimbulkan nafsu,” katanya
Menurut jenderal bintang tiga itu, Polri sebagai sebuah organisasi negara tentu memiliki aturan tertulis yang mengikat.
Apalagi jika pemakaian jilbab bagi polwan benar terlaksana, maka aturan tersebut akan dilaksanakan di seluruh wilayah.
“Saya sebagai staf beliau (Kapolri) melihat situasi ini berkembang, harus mengamankan kebijakan ini. Mereka pakai jilbab nggak karuan. Ada model Aceh, model Medan. Maka itu, dengan Irwasum akhirnya memutuskan, okelah ditunda dulu,” katanya, dilansir Surya.
Oegro menambahkan, untuk mengatasi perbedaan dalam penggunaan jilbab, kepolisian akan mencari model yang sesuai dengan kebutuhan polwan di Indonesia.
“Kita nanti akan bikin tim untuk riset penggunaan baju muslim (untuk polwan) di Iran, Pakistan, Afghanistan, Eropa, Asia, dan lain-lain. Nanti dilihat mana yang cocok. Kapan? As soon as possible,” katanya.*