Hidayatullah.com—Maraknya pelarangan penggunaan jilbab para pelajar Muslim di Bali karena para pengelola sekolah selalu menggunakan kedok Bom Bali sebagai alasan.
Demikian salah satu temuan Ketua Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Muslim Berjilbab di Bali kepada hidayatullah.com.
“Sekolah yang melarang siswinya berjilbab rata-rata karena Kepala Sekolahnya menjadikan kasus Bom Bali sebagai alasan untuk membenci atribut Islam, termasuk jilbab,” tutur Helmi al Djufi Selasa (07/01/2014).
Menurut Helmi, kasus Bom Bali rupanya dijadikan alasan dan pemicu kebencian terhadap atribut-atribut Islam tersebut.
Tim Advokasi memang menemukan bukti bahwa pelarangan jilbab tidak terjadi di semua sekolah. Bahkan ada beberapa sekolah swasta yang yang memperbolehkan siswanya berjilbab.
Oleh karena itu, ia bersama tim merencanakan untuk melakukan dialog terbatas dengan seluruh Kepala Sekolah di Bali dengan melibatkan tokoh agama dan dinas terkait.*