Hidayatullah.com-Rencana rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditolak ratusan massa dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sumatera Barat.
Mereka menggelar aksi unjukrasa Jumat (07/11/2014) yang menolak kenaikan harga BBM.
Massa HTI Sumbar mengawali aksi longmarch dari depan RRI Padang di Jalan Jenderal Sudirman, menuju Kantor Gubernur Sumatera Barat. Aksi ini berjalkan tertib dan santun.
Mereka mengusung sejumlah spanduk penolakan kenaikan harga BBM antara lain bertuliskan ‘BBM Naik Asing Untung’ ‘Kesejahteraan Rakyat dengan BBM Murah’
Dalam orasinya perwakilan Hizbut Tahrir Sumbar menegaskan kebijakan Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang berencana menaikan harga BBM, harus ditolak. “Kenaikan harga BBM subsidi ini kebijakan zalim dan khianat,” tegas Ketua DPD Hizbut Tahrir Sumatera Barat Ardion Husni
Kebijakan menaikan BBM sikap khianat dari pemerintah ke masyrakat, karena di dalam perjanjian antara Pemerintah dengan IMF telah mengamanatkan agar subsidi di hilangkan sebagai syarat agar bisa diberikan hutang.
Akhirnya, Gubernur Sumbar diwakili Asisten II Syafruddin menerima enam perwakilan HTI Sumbar di ruangannya. Dalam dialog itu t Syafruddin mengatakan, pemerintah di daerah tidak memiliki kewenangan menolak kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan harga BBM. “Namun demkian aspirasi dari masyarakat ini akan disampaikan ke Gubernur. Kalau ada pertemuan dengan pemerintah Pusat aspirasi ini akan disampaikan,” jelas Assten II Gubernur. **