Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hepy Trenggono: Pembangunan Karakter Telah Dilupakan Partai Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2015 22:07 10:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2015 22:07
Bagikan
Presiden IIBF, Heppy Trenggono
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Gerakan Beli Indonesia, Hepy Trenggono mengatakan, problem karakter kebangsaan yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini nyaris akan menenggelamkan peradaban.

Ia berharap bangsa Indonesia cepat melakukan perubahan dan partai-partai politik nasional harus mampu berbenah dan mau belajar kepada pengalaman negara lain, di mana karakter kebangsaan menjadi perioritas dalam memajukan suatu bangsa. Demikian peryataan saat berbicara di kantor pusat Gerakan Beli Indonesia di Mampang Jakarta Selatan, hari Ahad (25/01/2015).

Lebih jauh dia memaparkan, peradaban itukan bicara sebuah yang terbesar. Dalam peradaban itu ada sesuatu yang membentuk yang kita lihat itu namanya kultur. Dibawah kultur itu ada yang terjangkau oleh manusia untuk dilihat manusia secara tangible namanya karakter.

“Karakter itulah yang membentuk namanya kultur. Berbicara kebangsaan—maka Soekarno waktu dulu mengatakan, tugasnya adalah satu, yakni membangun karakter bangsa. Agar supaya apa? Bangsa Indonesia itu mampu menghadapi semua tantangan. “Realitas inilah yang saat ini ditanggalkan oleh para pemimpin nasional termasuk partai –partai politik sehingga peradaban kebangsaan keluar dari visinya ”ungkapnya dalam yang rilisnya pada hidayatullah.com.

Sambil mengupas peradaban kejayaan Islam, Hepy Trenggono, menuturkan, bahwa peradaban Islam yang dibangun oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaih Wassallah adalah karakter, karena karakter adalah kunci dari segala-galanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Maka dari itu kalau kita lihat, Rasulullah itu berbeda dengan pemimpin-pemimpin dunia yang lain. Jika pemimpin-pemimpin besar didunia hampir termasuk Firaun, yang mereka bangun hampir semua yang bisa dilihat secara fisik seperti bendungan, istana, candi, monumen dan lain-lain. Tetapi mengapa Rasulullah tidak? Apa pesannya? Kata Rasulullah yang harus kita bangun yaitu karakter umat. Jika karakternya terbangun apapun akan terbangun jangankan hanya fisik dan kultur, peradaban itu akan terbangun.”

Kondisi inilah, menurut Hepy Trenggono, berbanding terbalik dengan Indonesia. Di Indonesia logika pembangunan karakter itu sudah sejak lama ditinggalkan dan lebih ditonjolkan adalah pembangunan penciteraan.

Anehnya pembangunan karakter tak dipedulikan lagi dan anehnya rakyat Indonesia dalam memilih sosok pemimpin selama ini hanya disuguhkan dengan penciteraan sebuah gambar, video seseorang tapi bukan karakter seseorang. Hal ini yang mengakibatkan banyak sekali para pemimpin-pemimpin di republik ini menyalahi amanah yang diberikan oleh rakyat dengan terjebak praktek korupsi.

Menurutnya, identifikasi dalam pembangunan karakter itu ada tiga. Pertama adanya kesadaran jati diri artinya apakah manusia itu paham tidak terhadap peran dan fungsinya. Kedua, orang yang berkarakter itu orang memiliki keyakinan sangat jelas dengan apa yang dia yakini.

“Contohnya orang dermanawan, dermanawan adalah sebuah karakter. Kenapa? Dia menyakini mengeluarkan duit itu tidak hilang. Ini menyelamatkan dan bahkan ini yang membuat dia lebih kaya.”

Ketiga adalah pembangunan karakter itu disesuaikan dengan pembelaan, apa yang sungguh sungguh dibela.

“Ketiga identifikasi dalam pembangunan karakter tersebut saat ini tersebut, “ kata Hepy Trenggono.

Saat ini, kata Hepy, perlu dibangkitkan diberbagai penjuru lini bangsa. Maka dari itu semua partai-partai politik nasional termasuk partai Islam saat ini jika ingin membangun dan menyelamatkan bangsa harus menempatkan pembangunan karakter sebagai visinya.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:partai politikpolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat Sejarah Islam: Film “King Suleiman” Timbulkan Misrepresentasi
Tulisan selanjutnya ISIS/ISIL Minta Tawanan Jepang Ditukar dengan Wanita Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Berita
31 Agustus 2026 19:36
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?