Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Anggota DPR Akan Panggil Pemerintah terkait Informasi Pembentukan Badan Siber Nasional Gandeng Amerika

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2015 14:11 2:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Agustus 2015 14:11
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com–Beredarnya informasi tentang rencana pembentukan Badan Siber Nasional yang pembentukannya akan bekerja sama dengan CIA dan menyedot data-data percakapan masyarakat mendapat tanggapan dari Komisi I DPR RI yang membidangi hal ini.

“Iya, saya juga mendapat info di sosial media seperti itu bahwa pembentukan Badan Siber Nasional ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan Amerika Serikat. Badan ini nanti kewenangannya juga bisa masuk ke wilayah privasi warga negara seperti yang dilakukan National Security Agency di Amerika Serikat. Untuk memastikan hal ini, saya mendorong Komisi I DPR RI untuk memanggil Kementerian Pertahanan atau Panglima TNI untuk rapat terkait hal ini agar kita mendapat informasi yang benar dan rinci langsung dari pemerintah. Jangan hanya berdasar info-info yang beredar,” ujar Sukamta, anggota Komisi I DPR RI, Senin (24/08/2015) di Jakarta.

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menjelaskan bahwa rencana pembentukan Badan Siber Nasional ini pernah mencuat beberapa waktu yang lalu. Badan ini memang perlu karena seperti di negara-negara maju, mereka sudah menyiapkan secara khusus tentara-tentara siber yang khusus mengcounter dan melakukan serangan-serangan siber antarnegara. Indonesia juga sering terkena serangan siber ini, sementara kita belum memiliki tentara siber (cyber army) yang khusus menjaga keamanan dan pertahanan di dunia siber.

“Indonesia,” lanjut Anggota DPR RI dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini, “memiliki grand design ke depan untuk membangun sebuah sistem ketahanan siber yang kuat. Setidaknya ada 4 hal yang harus dibahas dalam grand design tersebut, yaitu regulasi, teknologi, SDM yang berkualitas, dan institusi. Regulasinya harus dibuat, dan tidak harus berbentuk undang-undang. Teknologi siber juga harus terus dikembangkan agar kita bisa mandiri dalam hal ini. Lalu SDM-nya musti diciptakan dan dikoordinasikan. Dan Badan Siber Nasional diperlukan untuk menghadapi tantangan perang siber. Cakupan Badan Siber Nasional tadi meliputi infrastruktur publik seperti air, gas, bahkan listrik.

Apalagi jika mengingat ke depannya semakin banyak urusan negara, pemerintahan dan kepentingan publik yang dilakukan dengan teknologi siber. Berbeda dengan badan Security Incident Response Team on Internet Infrastrucure (ID SIRTII) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berfungsi sebagai pengawas internet publik.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Terkait dengan informasi bahwa badan ini nanti akan bekerja sama dengan NSA dan mencakup percakapan privasi masyarakat, Sukamta ingin memastikan dulu ke pemerintah apakah benar seperti itu. Sampai sejauh mana kewenangan badan ini dalam konteks kerja samanya nanti.

“Untuk persoalan e-government saja saya tegas ketika tempo hari Telkom mau menggandneg Singtel Singapura untuk membentuk joint venture di bidang e-government ini, karena dikhawatirkan Singapura bisa menyedot data-data kepemerintahan kita. Dengan alasan yang sama, pada dasarnya saya juga mengkhawatirkan penyedotan data-data penting pemerintahan termasuk juga urusan pribadi masyarakat jika kita kerja sama dengan NSA. Kemampuan siber kita dengan Amerika jelas tidak seimbang. Kerja sama yang terjadi nantinya malah akan merugikan kita. Nanti yang terjadi malah penjajahan siber (cyber imperialism). Kan malah repot kalau seperti itu nantinya,” ujar Sukamta.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Siber NasionalCIAcyber imperialismDPRKomisi INSApenjajahan siber
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya CICS Desak Penegak Hukum Berani Adili Anggota eks-PKI ke Pengadilan
Tulisan selanjutnya Penemuan-penemuan Muslim yang Mengubah Dunia (Seri 2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?