Hidayatullah.com- Kasus perkawinan sesama jenis terjadi disebabkan oleh hilangnya budaya malu dan mempermalukan antara satu dengan yang lainnya. Demikian kata Direktur Kokoh Keluarga Inndonesia, Bendri Jaissyurahman.
“Kenapa sih, sekarang orang nggak punya rasa malu, berani betul mereka menunjukkan kemaksiatan di muka umum, bukan hanya konteks gay tetapi juga konteks lainnya?”saat dihubungi awak hidayatullah.com, belum lama ini.
“Itu semua terjadi karena bangsa kita memang sudah kehilangan budaya malu tersebut,” ujarnya.
Artinya, di mana justru tidak banyak orang yang berani mengatakan jika (perkawinan sesama jenis) itu sebuah hal yang memalukan. Dan malahan yang terjadi, perkawinan seperti itu dibilang sesuatu yang wajar dan adalah Hak Asasi Manusia (HAM).
“Inilah yang akhirnya ditiru oleh anak-anak kita zaman sekarang,” ujarnya prihatin.
Karena itu, Bendri mengajak semua masyrakat Indonesia, mulai sekarang harus mampu membiasakan budaya malu di dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kalau melihat realitanya, masyarakat sekarang jauh dari penerapan budaya malu tersebut.
“Justru yang saya lihat sekarang berbeda, tokoh publik yang poligami justru banyak yang digunggat dan dipermalukan. Sementara, (maaf) seperti bintang populer yang berperilaku menyimpang seperti gay dan sejenisnya justru dianggap wajar,” demikian tandasnya.*