Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahasiswa Muslim Dituntut Berjamaah dan Berharakah

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2015 13:23 1:23 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 Oktober 2015 13:23
Bagikan
LIPIA, salah satu perguruan tinggi Islam yang mahasiswanya berasal dari berbagai harakah.
Bagikan

Hidayatullah.com– Pembina Ma’had Al-Burhan Semarang Drs Hasan Rofidi mengimbau para mahasiswa Muslim untuk hidup berjamaah. Demikian disampaikan dalam diskusi di asrama salah satu komunitas mahasiswa LIPIA, el-Mahalli, Jl Siyarridin, Pasar Minggu, Jakarta, Ahad (04/10/2015).

Menurut Hasan Rofidi, tumbuh suburnya berbagai harakah Islam saat ini, membuka peluang bagi para mahasiswa untuk berkecimpung di dalamnya.

“Hidup berjamaah dalam konteks sekarang itu harus memilih (harakah yang diinginkan),” ujarnya dalam acara yang dikemas sederhana itu.

Namun, ia mengingatkan, dalam hidup berjamaah, mahasiswa harus bersikap saling menghargai antar pergerakan Islam. Jangan sampai saling menafikan.

“Tidak bersikap ‘ashobiyah (fanatisme kelompok), tapi malah bersikap ta’awun (tolong menolong),” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Terkait ta’awun, ia mencontohkan. Pernah di sebuah pesantren di Surabaya yang dibinanya, ia mengajak guru-guru dari berbagai harakah untuk mengajar di situ.

Para guru yang berasal dari Hizbut Tahrir, Salafi, dan sebagainya itu pun diperlakukan secara profesional. Namun mereka dipesankan agar tidak menyinggung metode dakwah masing-masing harakah.

Dari situ, ia menjelaskan, prinsip dalam menjalin dan menjaga komunikasi antar harakah adalah “jama’atul min jama’atil muslimin”. Maksudnya, memposisikan harakah yang digelutinya sebagai bagian dari keseluruhan umat Islam. Singkatnya, bersikap insklusif, tidak ekslusif.

Memahami Metode Berharakah

Pembicara kedua pada diskusi tersebut, Ir Ahkam Sumadiana, mendesak para mahasiswa memahami dua hal dalam berharakah. Pertama, pemahaman soal berbagai ideologi secara global.

“Karena semua ideologi itu punya jargon dan gerbong (masing-masing), ditopang dengan berbagai macam kekuatannya. Ada komunisme, sosialisme, kapitalisme, Nasrani, Yahudi, Islam, dan semua agama,” ujarnya.

Kedua, jelas Ahkam Sumadiana, mahasiswa Muslim dituntut memahami ideologi harakah yang digelutinya. Jika tidak paham, itu suatu persoalan.

“Paham saja belum cukup. Setelah memahami ideologi, pahami landasan teorinya, landasan dasarnya, normatifnya,” papar ustadz yang dikenal sebagai mantan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar ini.

Lebih jauh, lanjutnya, landasan teori itu mesti dipahami bagaimana metode pelaksanaannya.

Sebagai contoh nyata, menurut dia, keberadaan al-Qur’an tak cukup untuk dibaca dan dipahami saja. Tapi harus dipahami juga bagaimana metode mengamalkan al-Qur’an.

“Secara metodologi, aturan (dalam al-Qur’an) itu punya cara untuk melaksanakannya. Aturan tidak bisa dilaksanakan secara sporadis,” jelasnya.

Untuk itulah, kata dia, diperlukan metode yang sistematis dalam berislam.

Misalnya lagi, seseorang yang mau menghafal al-Qur’an, ia mesti belajar dulu bagaimana membaca al-Qur’an.

“Secara metodologis harus mulai belajar pengucapan huruf dulu. Itu namanya sistem,” ujarnya.

Ahkam mengatakan, salah satu pembeda antar seluruh harakah adalah faktor metodologi ini. Lantas timbul pertanyaan, dari mana mulai berislam?

Ia menyebut, ada gerakan Islam yang memulai dari khuruj, ada yang dari pengentasan tahayul, bid’ah, dan khurafat. Harakah lain memulai dengan khilafah, perang, dan sebagainya.

“Asalkan ada dalilnya, sah. Karenanya (kita) tidak menyalahkan mereka,” ujarnya.

Pada faktanya, menurut Ahkam, Rasulullah tidak mulai berislam dari perang atau ekonomi, misalnya. Dalam artian, ayat al-Qur’an yang pertama turun bukan ayat tentang dua hal itu.

“Tapi ayat pertama itu adalah ayat pencerahan. Nabi dari situ, maka kita juga mulai dari situ,” jelas Pembina Yayasan Al-Bayan Makassar ini menyinggung wahyu pertama, Surat Al-Alaq ayat 1-5. [Baca penjelasan sebelumnya di sini!]*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berdakwahharakahmahasiswa IndonesiaMahasiswa Muslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Cara Syetan Menggoda Wanita (2)
Tulisan selanjutnya Memaknai Ikhtilaf dan Cara Menyikapinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?