Hidayatullah.com- Putra Jawa Barat yang juga Ketua Dewan Syura Badan Koordinasi Mubaligh Se-Indonesia KH Anwar Sanusi berpendapat bahwa tidak ada yang salah dengan tausiah Habib Rizieq dan tidak perlu dibesar-besarkan.
Hal itu ia sampaikan guna menanggapi kontroversi isi tausiah Habib Rizieq di Purwakarta beberapa waktu yang lalu.
“Saya telah menyimak tausiah Habib Rizieq di Purwakarta, tidak ada kalimat yang merendahkan budaya Jawa Barat,” kata KH. Anwar Sanusi dalam akun Facebook seperti dikutip redaksi hidayatullah.com, Sabtu (28/11/2015).
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Lembah Arafah di Cisarua Bogor, Jawa Barat, sebagai pendakwah Habib Rizieq wajib bicara semua yang hak.
“Jangan merendah-rendahkan ulama untuk mencari popularitas,” demikian KH. Anwar menghimbau.
Sebagaimana diketahui dalam sebuah acara di Purwakarta, Habib Rizieq telah memplesetkan salam orang Sunda ‘Sampurasun’ menjadi ‘Campur Racun’.
Menyikapi itu, Aliansi Masyarakat Sunda dimotori oleh Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Jawa Barat menggugat dan melaporkan Habib Rizieq ke pihak Kepolisian (Bareskrim). Dan sejumlah Ormas Sunda juga ikut mengecamnya. Bahkan, mereka sepakat melarang Habib Rizieq masuk ke Jawa Barat serta menuntutnya minta maaf secara terbuka.
Sejumlah organisasi masyarakat Sunda yang ikut tergabung dalam aliansi di antaranya seperti Sundawani, Forum Ki Sunda, Badan Musyawarah Sunda (Banmus) dan lain sebagainya.
Sementara melalui akun Facebooknya, Muhammad Rizieq Sihab, ditulis secara lengkap ceramah yang mengundang kontroversi tersebut.
Bismillaah wal Hamdulillah..
Laahaula wa laa quwwata illah billaahi..
Sampurasun adalah ucapan selamat masyarakat Sunda yang sangat terkenal dan mengandung unsur penghormatan kepada sesama.
Ucapan Sampurasun sebagai ADAT Sunda yang punya makna sangat baik dan amat bagus, serta boleh digunakan untuk menyapa sebagai penghormatan, selama tidak dijadikan sebagai pengganti Syariat Assalaamualaikum.
Jadi, jangan adu domba ADAT dan SYARIAT, karena masing-masing ada tempat dan syarat serta cara penggunaan.
“Saya putra Jawa Barat pengasuh pondok Pesantren Lembah Arafah di Cisarua Bogor, Ketua Dewan Syuro Badan Kordinasi Muballigh se-Indonesia berpedapat tidak ada yang salah dengan tausiyah Habib Rizieq dan tidak perlu di besar-besarkan,” tulis Kiai Sanusi.*