Hidayatullah.com— Teuku Azhar Ibrahim Lc, Pimpinan Dayah Baitul Arqam Sibreh, Aceh Besar mengatakan, Hak Azasi Manusia (HAM) selama ini hanya berlaku untuk umat Islam saja.
“Lihat perlakuan dan pembantaian terhadap umat Islam di Rohingya, Palestina, Suriah dan negara Timur-Tengah lainnya termasuk di Afrika, tidak ada yang bicara HAM. Tapi begitu ada kejadian yang menjadi korban non Muslim dan pelaku mengarah kepada orang Islam seperti di Paris baru-baru ini, reaksi dunia internasional luar biasa dan langsung dilabelkan teroris. Tapi bom yang dijatuhkan di Suriah tak ada yang sebut kriminal/teroris tapi dibilang hak Inggris dan Rusia membalas, meski korbannya anak-anak dan perempuan,” ungkapnya saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (09/12/2015) malam.
Menurut pria yang pernah berdakwah di Australia ini, berkaitan dengan kebebasan, ketika kasus gereja ditutup di Aceh gaungnya muncul kemana-mana dengan tudingan melanggar HAM. Sementara di Inggris dan negara Eropa lainnya ratusan masjid ditutup, Muslimah ditarik jilbabnya, media-media Barat diam saja.
“Sangat memilukan kita, orang yang telanjang itu disebutkan bentuk kebebasan, tapi orang pakai jilbab justru dilarang di Eropa. Kenapa non Muslim bebas, sementara orang Islam dilarang menjalankan perintah agamanya,” sebutnya.
Menurut pria yang sering berceramah di berbagai negara ini, selama ini yang begitu besar mempengaruhi pola pikir adalah media. Media merubah cara berpikir orang sehingga menjadikan orang anti Islam di mana-mana. Yang ada dalam pikiran mereka yang dipikirkan tentang Islam itu adalah teroris, anti wanita, melanggar HAM dan citra negatif lainnya.
“Selama ini, harus kita akui, banyak media sudah merusak wajah umat Islam. Karenanya, menjadi tanggung jawab kita dan kalangan media di Aceh seperti KWPSI untuk memberi gambaran yang benar dan sesungguhnya tentang citra Islam yang sudah terlanjur di rusak oleh media-media luar,” terangnya.*/Zulkhairi (Aceh)