Hidayatullah.com– Sebuah komunitas para pemuda yang menamakan diri el-Fatah menggelar rapat kerja (raker) di kawasan perbatasan timur Kota Balikpapan-Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).
Raker yang berlangsung di aula sebuah perguruan tinggi Islam itu mengusung tema “Generasi Progresif dan Terpimpin”, Ahad, 11 Jumadil Akhir 1437 H (27/03/2016).
Penasihat komunitas itu, Zainuddin Musaddad, dalam sambutannya mengatakan, saat ini generasi pengusung liberalisme telah masuk ke berbagai ranah kehidupan di Indonesia. Mulai kenegaraan, politik, pendidikan, dan lain sebagainya.
Para pengusung liberalisme pun, lanjutnya, telah bergerak begitu laju. Sementara itu, sebagian umat Islam telah bertarung melawan mereka.
Oleh karena itu, ia berpesan, generasi progresif dan terpimpin seperti yang dicanangkan komunitas ini harus mampu membentengi Indonesia dari serangan liberalisme.
Ia optimis, para pemuda sebagai bagian dari perjuangan kebenaran di negeri ini, “Akan menjadi hadiah bagi bangsa dan dunia Islam,” ujar ketua yayasan yang membawahi komunitas tersebut.
Sebagai sebuah gerakan yang masih muda, el-Fatah merupakan wadah belajar berorganisasi. Zainuddin berpesan agar para anggotanya memperbanyak latihan berkepemimpinan, termasuk menata hati dengan ibadah yang baik.
“Progresif dan terpimpin adalah wadah yang disiapkan oleh Allah untuk menghadapi (gerakan) progresif liberal,” pesannya.
Selain liberalisme, ia mengingatkan, tantangan yang sedang dihadapi para generasi Muslim saat ini adalah pergerakan Syiah di Indonesia.
Agar Pandai Menyusun Barisan
Sementara itu, Hizbullah, salah seorang pengurus organisasi kepemudaan lainnya di Kaltim, mencoba menghentakkan hadirin dalam sambutannya saat membuka raker.
Mengutip pendapat seorang pengamat politik nasional, ia mengatakan, “Umat Islam pandai membuat organisasi, tapi gagal menyusun barisan.”
Pernyataan itu merupakan tantangan bagi umat Islam saat ini. Parap pemuda, pesan Hizbullah, harus mampu menangkap tantangan itu. Salah satu kuncinya dengan merapatkan barisan dan menghidupkan halaqah.
Halaqah, jelas Ketua Yayasan Abdullah Said Cendekia ini, adalah warisan mahal dari Rasulullah dan para Sahabat beliau. Dari halaqahlah, revolusi-revolusi dakwah Islam bermula.
Raker yang diikuti sekitar 40 hadirin tersebut dirangkai dengan pelantikan para pengurus el-Fatah periode 2015-2018. Tampak hadir penasihat lainnya, di antaranya Ustadz Abdurrahman Muhammad dan Abdul Ghofar Hadi.
Acara yang bekerjasama dengan Syabab Hidayatullah ini diselenggarakan atas dukungan sejumlah mitra kerjanya. Yaitu Laskar Sedekah Balikpapan, PT Arafah Tamasya Mulia, Toko Emas Mupakat Balikpapan, Minimarket Sakinah Balikpapan, Dakwah Center Balikpapan, el-Harakah, dan BMT Umat Mandiri.
Untuk diketahui, el-Fatah saat ini memasuki kepengurusan periode kedua. Diketuai oleh Muzhirul Haq, dengan Ketua Harian Fauzan HK. Berita selengkapnya tentang komunitas ini, baca artikel Sang Penakluk: Antara Futsal dan Dakwah Islam.*