Hidayatullah.com– Ribuan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi dikabarkan sudah meninggalkan tenda-tenda padepokan di Dusun Cangkelek, Desa Wangkal, Gading, Probolinggo, Jawa Timur itu, sejak Senin (03/10/2016).
“Dari 3.119 orang pengikut sekarang tinggal 86 orang yang masih bertahan,” ujar Camat Gading, Slamet Hariyanto, di sela rekonstruksi di padepokan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Probolinggo itu.
Ia mengaku, pihaknya memang mengimbau kepada pengikut Taat Pribadi untuk segera meninggalkan padepokan.
“Kami mengatakan kepada mereka bahwa kalau mereka tidak pulang bisa jadi tumbal. Kami, kan, memikirkan mereka,” jelasnya dikutip Antara.
Camat Gading mengaku, tak ada dari warganya yang jadi pengikut Taat Pribadi. Pengikut Taat Pribadi banyak yang berasal dari Pasuruan dan Situbondo serta luar Jawa.
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Taat Pribadi (46), yang diduga melakukan penipuan bisa menggandakan uang, ditangkap polisi, Kamis (22/09/2016). Ia masuk dalam DPO Polda Jatim sejak 21 September.
Ia resmi menjadi tersangka kasus pembunuhan terhadap dua orang pengikutnya dan diduga menjadi otak pelaku. [Baca: Diduga Membunuh dan Menipu Modus Gandakan Uang, Taat Pribadi Ditangkap Polisi]
Senin kemarin, Taat Pribadi, tersangka kasus pembunuhan Abdul Gani dan Ismail Hidayat, menjalani rekonstruksi pembunuhan di padepokannya.
Membuat Khawatir
Slamet mengatakan, kegiatan padepokan Taat Pribadi sempat juga membuat khawatir.
“Yang kami dan warga sempat resahkan itu karena pengikut padepokan tidak bekerja dan memang pengangguran. Maka kami juga mengimbau untuk pengikut itu kembali dari padepokan ke daerah asal masing masing. Ada yang dari Bali dan Pasuruan,” ujarnya.
Menurut Slamet, Taat Pribadi bersama pengikutnya sering melakukan istighasah besar serta bakti sosial di sekitar desa setempat.
“Tapi uangnya tidak tahu dari mana kok tiba-tiba mereka melakukan bakti sosial,” tutur.
Slamet mengaku, pihaknya sama sekali tidak pernah merasa curiga atas kegiatan yang dilakukan oleh padepokan itu.
“Kami hanya memantau saja atas kegiatan yang sering dilaporkan untuk meminta izin,” ujarnya.
Terkait pemulangan sebagian pengikut yang masih di sana, Slamet mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan Polres Probolinggo.
Dilaporkan, kondisi padepokan itu tampak sepi saat waktu shalat zhuhur tanpa ada aktivitas pengikut.
Hanya tampak sejumlah warga yang tinggal di tenda rumah yang berada di sebelah barat area padepokan. Tampak segelintir anggota Brimob dan kepolisian satuan Jatanras Polda Jatim serta anggota TNI yang berjaga.*