Hidayatullah.com– Ada dua masalah utama dalam perekonomian bangsa Indonesia. Demikian menurut penggagas gerakan Beli Indonesia Heppy Trenggono.
“Yang pertama itu adalah masalah karakter. Itu yang disebut masalah kultural,” ujarnya kepada hidayatullah.com usai penutupan Kongres dan Pameran Beli Indonesia di Gedung Smesco, Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Heppy, karakter bangsa Indonesia yang memang tidak memahami bahwa produk sendiri harus dibela, harus diutamakan.
“Ini sangat melekat sekali dalam karakter itu,” ujar Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ini.
Yang kedua, terangnya, adalah masalah struktural atau sistem. [Baca juga: Heppy Trenggono: Kesadaran Masyarakat Penting Atasi Masalah Ekonomi Bangsa]
Masalah tersebut, kata dia, misalnya Undang-Undang Dasar yang diamandemen. Kemudian, lahirnya puluhan undang-undang yang tidak berpihak pada kepentingan nasional.
“(Yaitu UU yang tidak berpihak) kepada kepentingan anak kita sendiri,” ungkap Heppy.
Dua permasalahan tersebut, kata dia, menjadikan kondisi perekonomian negara ini semakin berat.
“Dari persoalan karakter ini, karakter pemimpin-pemimpin bangsa kita juga, kan, tidak memberikan contoh atau memberikan komitmen yang memadai,” ujarnya.
Kongres dan Pameran Beli Indonesia berlangsung pada Senin-Rabu (03-05/10/2016). Diikuti berbagai perwakilan gerakan Beli Indonesia di berbagai daerah se-Indonesia.
“Stan (yang ikut pameran) ada 73,” ujar Sekretaris Panitia, Ahmad Nursodik, kepada media ini.
Kata dia, dalam laporan panitia, gelaran selama tiga hari tersebut tercipta hampir kolaborasi 250 jaringan bisnis dari para pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut.
Sementara, diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, perekonomian Indonesia akan bangkit dengan digerakkan oleh para pegiat UMKM.
Optimisme ini bisa dilihat dari semakin menjamurnya UMK maupun UMKM di seantero Nusantara, seperti tercermin pada pameran Beli Indonesia. [Baca: Pegiat UMKM Optimistis Mampu Bangkitkan Perekonomian Bangsa]*