Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

“2019GantiPresiden” Saja Dinilai Tak Cukup, Perlu Disiapkan Pemimpinnya

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 April 2018 13:35 1:35 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 9 April 2018 13:35
Bagikan
[Ilustrasi] Bendera Merah Putih berkibar.
Bagikan

Hidayatullah.com– Slogan yang sedang populer menyambut pemilihan presiden tahun depan, “2019GantiPresiden” atau “GantiPresiden2019”, lagi viral belakangan ini. Namun, “semangat” tersebut dinilai tak cukup jika hanya sebatas itu, tanpa ada langkah lebih maju untuk menyiapkan pemimpin di Indonesia yang mayoritas Muslim ini.

Semangat “ganti presiden”, menurut salah seorang aktivis dakwah Islam, Ustadz Fathuddin Ja’far, sebenarnya sudah menjadi hal biasa di negeri ini.

Menurut Pembina Majelis Tafaqquh Fiddin (MTF) ini, viral-nya “2019GantiPresiden” jelas disebabkan Presidennya tidak cakap karena salah pilih. “Salah siapa? Salah yang memilih lah,” ujarnya berpendapat di Madinah Al-Munawwarah, Arab Saudi, Ahad (08/04/2018) dalam pernyataannya kepada hidayatullah.com.

 

Baca: Viral #2019GantiPresiden, Masyarakat Dinila Mulai Hilang Kepercayaan ke Jokowi

Lalu apakah cukup hanya semangat “2019GantiPresiden”? Tidak cukup. “Mari kita belajar lebih cerdas lagi,” ajaknya. Waktu rakyat menumbangkan Orde Baru, juga dengan semangat “GantiPresiden”.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sayangnya Presiden Habibie yang sangat hebat itu harus diganti juga/tidak dilanjutkan ke masa berikutnya kareana semangat ‘GantiPresiden’. Padahal lebih kurang 1,5 tahun saja beliau jadi Presiden, ekonomi sudah recovery, (nilai tukar) dolar AS yang tadinya 16 ribu rupiah berubah menjadi Rp 7.600 saja,” imbuhnya.

Semangat “GantiPresiden” akhirnya kemudian, kata dia, melahirkan jadinya seorang Presiden pengganti Habibie, yang kata dia membuat negeri ini semakin gonjang ganjing. Lalu digantikan kemudian oleh Presiden wanita pertama di Indonesia. “Yang hanya bisa diam seribu bahasa tak bisa berbuat apa-apa. Anehnya, di balik diam itu ia dan gangnya meraup emas/untung besar lewal lego BUMN seperti Indosat dan sebagainya,” ungkapnya.

Kemudian, semangat “GantiPresiden” telah menghantarkan seorang menteri jadi Presiden RI selama dua periode. “Alasannya sederhana, karena ganteng plus teraniaya. Begitu imej yang dimainkan saat itu.”

Namun demikian, masih kata Fathuddin, nasib bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, juga tidak banyak berubah. Korupsi merajalela yang baunya masih tercium samapai saat ini.

Baca: UAS: Bangkitkan Politik Islam, 2018-2019 Umat Bersatu

Kemudian, lanjutnya, semangat “GantiPresiden” dari militer (Susilo Bambang Yudhoyono/SBY) ke sipil yang “calm, cerdas, dan ndeso” telah pula menghantarkan seorang anak bangsa yang biasa-biasa saja menjadi Presiden, “lompatan dari Wali Kota (Solo) ke Gubernur (DKI Jakarta) dan salto ke Presiden.”

“Akhirnya masyarakat yang cerdas kecewa besar karena kehancuran negeri sudah di depan mata,” ungkapnya menyindir kondisi bangsa di era Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla saat ini.

Semangat “GantiPresiden” pun muncul dimana-mana kendati kata dia Jokowi-JK baru 3 tahun menjabat. Kaos “2019GantiPresiden” atau “GantiPresiden2019” pun dideklarasikan dengan harapan akan menjadi “kaos sakti” pada Pilpres 2019 yang akan datang.

“Sangat perlu kita sadari dari hati yang dalam dan pikiran yang jernih, bahwa ide dan semangat ‘GantiPresiden2019’ itu bisa bagus dan bisa tidak,” ujarnya.

Baca: ‘Mayoritas Masyarakat Ingin Presiden Baru Tahun 2019’

 

“Kalau hanya seperti yang sudah-sudah, tentu tidak bagus karena sudah berkali-kali gonta- ganti Presiden, khususnya di era reformasi ini, nasib umat Islam dan negeri ini semakin tragis, kecuali era Habibie yang sebentar itu.

Akan jadi bagus apabila semangat ‘GantiPresiden2019’ itu sudah dijelaskan/ditunjuk siapa calon penggantinya yang memiliki kriteria yang cukup sebagai pemimpin suatu negara yang penduduknya mayoritas Muslim,” tambahnya.

Misalnya, sebutnya, dalam khazanah politik Islam, sudah dijelaskan seperti yang termaktub dalam kitab Al-Ahkam As-Shulthaniyyah, karya Al-Mawardi yang sangat monumental itu. Bahwa, tugas utama khalifah/imam a’zhom/presiden -dalam bahasa sekarang- hanya dua.

“Pertama, himayatuddin (menjaga/menerapkan) Islam sebagai sistem hidup. Kedua, siyasastuddunya (memenej kehidupan dunia),” sebutnya.

Baca: TGB Maju Pilpres 2019? Ini Jawaban Dia

Kalau kemampuan dua hal tersebut tidak ada dalam diri seseorang yang dicalonkan sebagai pengganti Presiden atau sebagai pemimpin yang baru, kata dia, jangan harap akan ada perubahan kehidupan beragama dan juga urusan dunia. “Sangat jauh panggang dari api.”

“Yang ada hanyalah malapetaka semakin mendera seperti yang kita saksikan dan rasakan khususnya selama 20 tahun belakangan ini dan terlebih lagi 3 tahun belakangan ini. Agama Islam dan umatnya menjadi objek penistaan dan pada waktu yang sama, dunia diserahkan kepada asing/aseng secara sukarela,” ungkapnya.

“Adakah penderitaan dan kehinaan melebihi daripada itu semua? Tentu tidak, jawabannya bagi kita kaum Mukmin,” ungkapnya.

“Jadi, semangat ‘GantiPresiden2019’ saja tidak cukup. Harus ada langkah yang lebih maju, berani, dan konstruktif,” pungkas Fathuddin.*

Baca: Ustadz Fathuddin Tak Tahu Materi Ceramah yang Dikasuskan Polres

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:#2019GantiPresidendemokrasielektabilitas JokowiFathuddin Ja’farGantiPresiden2019gerakan rakyatJokowiJokowi-JKkaos #2019GantiPresidenkepemimpinan JokowiKhalifahkinerja JokowiMajelis Tafaqquh FiddinPembina MTFpemilihan presidenPilpres 2019politikpolitik islamPresiden Joko Widodorakyatsiyasahsyarat kepemimpinan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunitas Sahabat Erdogan Gelar Diskusi Publik
Tulisan selanjutnya Kasus Penistaan Agama, Polri Diminta Tiru Polres Tarakan Tangkap Terlapor

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?