Hidayatullah.com– Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini dilahirkan, didirikan, dan dibentuk bersama-sama. Tidak boleh ada satu orang pun atau satu golongan pun yang mengaku-aku paling NKRI.
Hal ini diingatkan oleh mantan Sekretaris Mohammad Natsir, Lukman Hakiem, usai acara seminar Mosi Integral Natsir di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (11/04/2018).
“(NKRI) ini milik bersama. Ini karya bersama,” tegasnya kepada hidayatullah.com. “Kita sudah buktikan arsitek utama (NKRI) ini ustadz (M Natsir). Bukan Soekarno. Bukan kaum nasionalis sekular.”
Karena itu, lanjutnya, jangan melupakan dan menganggap enteng umat Islam yang perannya signifikan dalam sejarah.
Lukman menyampaikan, Mosi Integral Natsir mengajarkan rakyat Indonesia untuk merawat persatuan.
Ia menilai sosok Natsir sudah melampaui seorang politisi, melainkan seorang negarawan.
Natsir, kata dia, sudah tidak memikirkan kepentingan pribadi lagi. Yang dipikirkannya adalah kepentingan masyarakat dan umat.
Contohnya, tutur Lukman, ketika hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) tidak memasukkan Irian Barat ke wilayah Indonesia, Natsir tidak mau. Dibujuk Soekarno masuk kabinet pun, ia tidak mau. Karena baginya, Irian Barat itu wilyah yang penting.
“Padahal tawarannya jadi menteri loh, tapi Pak Natsir memilih berdiri di luar, membantu dari luar. Jadi bukan kepentingan pribadi,” ujarnya.* Andi
Baca: Fadli Zon: Tanpa Mosi Integral Natsir, Tak Akan Ada NKRI