Hidayatullah.com– Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengatakan, saat ini kita menyaksikan di Palestina ada dua peristiwa besar; di perbatasan Gaza puluhan warga Palestina di bantai Zionis-Israel dan ribuan orang terluka, di Yerussalem Palestina (Baitul Maqdis), Amerika Serikat (AS) dengan keangkuhannya membuka kantor Kedutaan Besarnya di tanah Palestina untuk negara penjajah Israel.
Sebagai Ketua Komisi I DPR RI, Kharis mengutuk keras langkah AS tersebut dan menyampaikan duka mendalam kepada warga Palestina di Gaza yang menjadi korban kebiadaban Israel.
Baca: Soal Baitul Maqdis, Pimpinan MPR Berharap Pemerintah Tak Membiarkan AS
“Duka yang mendalam kepada warga Palestina di Gaza, mereka gigih memperjuangkan kemerdekaan sebagai sebuah bangsa, namun di sisi lain AS mengamini pembantaian itu dengan membuka kantor di Yerusalem tanah Rakyat Palestina,” jelas Kharis dalam keterangan tertulis diterima hidayatullah.com, Selasa (15/05/2018).
Ia menilai, langkah AS tersebut seperti membuka kotak pandora krisis Timur Tengah yang kian meruncing dan melampaui batas kemanusiaan. Dimana 128 negara menentang langkah AS yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, termasuk Indonesia.
Baca: [Update] Zionis Bunuh 58 Orang, Lukai 2400 Warga Palestina di Perbatasan
Hal itu jelas sekali menunjukkan sikap arogan AS dan tidak menghormati Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Majelisnya sebagai kesepakatan negara dunia.
“Saya mengutuk dan mengecam langkah Amerika Serikat yang tidak menghormati putusan Sidang Darurat Majelis Umum PBB. Bagaimana kami akan menghormati langkah anda jika anda tidak menjalankan dan menerima keputusan seakan kami 128 negara tidak ada,” tegas Kharis yang merupakan anggota DPR RI Fraksi PKS ini.
Langkah sepihak AS memindahkan kedubesnya dari Tel Aviv, jelas mengganggu perdamaian dunia yang selama ini diperjuangkan AS juga.
“AS telah melewati garis merah batas perdamaian di Palestina dan kawasan Timur Tengah yang merupakan langkah awal kehancuran bagi perdamaian yang Amerika sendiri menggagasnya. Perlawanan akan semakin masif. Semua negara Islam bersama Palestina dan 128 negara yang lain juga. Amerika harus menghentikan langkahnya,” tegas Kharis Anggota DPR RI asal Solo ini.
Baca: Resmi, Kedutaan AS Dibuka di Al Quds, AS-Israel Saling Memuji
Kharis juga mengingatkan bahwa Baitul Maqdis bukanlah milik Israel apalagi AS. Sehingga Negeri Paman Sam juga tidak berhak untuk memutuskan apakah Baitul Maqdis menjadi bagian dari Israel atau bukan.
“Siapa yang memberi AS hak untuk memutuskan bahwa Yerusalem adalah bagian dari Israel? Yerusalem bukan milik AS. Hormati PBB dan tarik kedutaan AS dari Yerusalem!!!” tegas Kharis.
Baca: Inilah 32 Negara yang Hadiri Pembukaan Kedutaan AS di Al Quds
Yerusalem atau Baitul Maqdis di Palestina merupakan salah satu tanah suci umat Islam. Negara-negara Timur Tengah dan negara-negara Islam akan selalu menempatkan Palestina sebagai perhatian utama dalam kebijakan luar negeri.
“Sesuai pembukaan UUD 1945, Indonesia akan selalu di depan dalam perdamaian dunia dan kemerdekaan suatu bangsa sudah jelas menjadikan Palestina sebagai arus isu utama dalam kebijakan luar negeri senafas dengan konstitusi kita,” tutup Kharis.*
Baca: ‘Pemindahan Kedubes AS Makin Menodai Kesucian Al-Aqsha’