Hidayatullah.com– Ledakan bom terjadi di tiga lokasi di wilayah Surabaya, Jawa Timur, Ahad (13/05/2018) pagi. Diduga merupakan aksi teroris modus bom bunuh diri.
Informasi dihimpun, menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung, tiga lokasi ledakan bom itu terjadi di depan Gereja Santa Maria, di Jalan Arjuna, dan Jalan Diponegoro Surabaya.
Disebutkan, bom meledak dalam rentang waktu berdekatan. Pada pukul 07.30, pukul 07.35, dan yang ketiga sekitar 07.40 WIB.
Baca: PBNU Mengutuk Keras Peledakan Bom di Tiga Gereja Surabaya
Kejadian itu merenggut sejumlah korban jiwa dan luka-luka. Kepolisian melakukan penutupan lokasi dan melakukan olah TKP.
Kepolisian terus meng-update jumlah korban lewat konferensi pers. Dalam konferensi pers keempat, Ahad (13/05/2018), Polda Jawa Timur menyatakan, korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya bertambah menjadi 8 korban meninggal dan 33 korban luka-luka.
“Sementara, rekan-rekan media, ada 8 yang meninggal dan 38 korban dilarikan ke rumah sakit. Korban meninggal masih di TKP dan belum bisa diindentifikasi karena belum diperbolehkan oleh tim identifikasi,” ujar Frans Barung dalam konferensi pers kepada awak media kutip media setempat suarasurabaya.net pukul 10.25 WIB.
Berbagai pihak mengutuk keras aksi terorisme tersebut.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya menyampaikan sikap keprihatinan dan meminta aparat keamanan untuk mengusut tuntas pelaku pengeboman.
“Sekaligus mengutuk keras tindakan pengeboman di Kota Surabaya yang terkenal aman dan damai,” ujar Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya Mahsun dan Sekretaris M Arif An dalam rilisnya diterima hidayatullah.com.*