Hidayatullah.com– Jawaban dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) soal “tawaran” sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pilpres 2019 menjadi viral hingga Rabu (01/08/2018) ini.
UAS memilih fokus pada dunia dakwah. Pantauan hidayatullah.com, warganet menyambut positif jawaban UAS yang disampaikan dalam ceramahnya di Semarang, Jawa Tengah tersebut.
“Setuju ustadz. Biarlah ustadzku ini menjadi pendakwah saja, karena kalau sudah menjadi cawapres beliau akan sibuk dengan itu. Jadi tidak sempat lagi kita mendengar pencerahan beliau,” tulis akun Ilham Ghaffar mengomentari video jawaban UAS yang diunggah Tafaqquh Online di laman berbagi Youtube baru-baru ini.
Diketahui, dalam rangkaian safari dakwah, saat mengawali ceramahnya di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Senin (30/07/2018), UAS menyampaikan jawabannya atas pertanyaan wartawan soal rekomendasi jadi cawapres itu.
Sebelum mengucapkan salam, pria kelahiran Silo Lama, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu, sudah disambut meriah ribuan hadirin yang memadati ruang tabligh akbar tersebut.
UAS mengaku sambutan warga Semarang atas kedatangan dirinya begitu meriah. Padahal diketahui sebelumnya safari dakwah UAS ini sempat ditolak dan diancam kelompok ormas setempat.
“Jamaah haji pergi ke Mekkah, tidak lupa membawa kembang. Sudah lama berceramah, sambutan luar biasa di Kota Semarang,” ujarnya berpantun disambut meriah jamaah.
Baca: Pengajian UAS di Semarang Dihadiri Ratusan Ribu Jamaah
Dengan nada bercanda, UAS merasa kehadirannya di Semarang disambut bak seorang wapres, terutama saat ia mendarat di bandara.
“Biasanya kalau saya ceramah yang menyambut itu paling panitia, sekretaris, bendahara. Tapi di Semarang, Masya Allah, begitu turun dari pesawat; (disambut) TNI, polisi, luar biasa. Saya heran, ini kok seperti sambutan untuk wakil presiden,” tuturnya tersenyum sontak disambut tawa dan apresiasi para jamaah.
Lalu UAS menyampaikan jawabannya soal “tawaran” jadi cawapres tersebut. Ia berharap agar dirinya istiqamah di jalan dakwah sebagai seorang dai hingga akhir hayatnya.
“Doakan Ustadz Somad istiqamah jadi ustadz sampai mati,” ungkapnya lagi-lagi disambut apresiasi jamaah.
Namun begitu, UAS tetap menghormati keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional, yang merekomendasikan UAS menjadi cawapres berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang digadang-gadang.
“Bahwa ada para ulama, Ijtima, kiai-kiai, santri-santri, lebih 1.000 orang memberikan rekomendasi, kita hormati, kita muliakan,” ungkapnya.
Baca: Ijtima Rekomendasikan Prabowo Capres, Salim atau UAS Cawapres
UAS pun memberikan doa sebagai balasan kebaikan atas para kiai, ulama, dan santri tersebut.
“Biarkan Ustadz Somad fokus pada pendidikan dan dakwah saja. Itu sebagai jawaban bagi adik-adik wartawan yang mewawancarai enggak bisa terjawab, sekalian di ceramah,” jelasnya.
Sebelumnya, UAS menolak halus keputusan Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di Jakarta yang merekomendasikan UAS sebagai salah satu calon wakil presiden berpasangan dengan .
Meski begitu, dorongan dan dukungan agar UAS menjadi cawapres cukup kuat mengalir dari berbagai pihak. Bahkan, diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Pendiri Majelis Az-Zikra KH Muhammad Arifin Ilham memberikan imbauan kepada UAS.
Ustadz Arifin, demikian dikenal, menyampaikan dukungannya terhadap UAS, yang dipanggilnya “Abang”, untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019.
“Saatnya, Bang, mencontoh menteladani Rasulullah dan para Sahabat menjadi umara dan ulama sekaligus. Ini karunia Allah untuk negeri kita Allah hadirkan Abang. Hargai, Bang, istikharah dan musyawarah Ijtima Ulama memutuskan Abang untuk memimpin negeri ini mengawal, mendampingi Ayahanda Prabowo,” ungkapnya dalam rekaman suara yang beredar.*
Baca: Viral Imbauan Ustadz Arifin Ilham untuk Ustadz Abdul Somad