Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fadli Zon: Jangan Tambah Utang Atas Nama Bencana

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 16 Oktober 2018 23:09 11:09 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 17 Oktober 2018 05:00
Bagikan
Rektorat BEM UI
Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, menyatakan, meskipun pemerintah berkali-kali menolak tuduhan bahwa forum Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang baru saja ditutup di Bali, baru-baru ini, sebagai forum untuk menarik utang baru, namun kenyataan berbicara lain.

Fadli Zon mengingatkan agar pemerintah tidak menambah utang baru atas nama bencana.

“Saya membaca World Bank (WB) dan Asian Development Bank (ADB) masing-masing telah menyampaikan komitmen untuk mencairkan pinjaman US$1 miliar, jadi totalnya US$2 miliar, atau sekitar Rp 30 triliun lebih, untuk membantu pemulihan kondisi pasca bencana di Lombok, Palu, dan Donggala. Meskipun judulnya adalah bantuan, tapi sebenarnya itu adalah utang,” ujarnya dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Selasa (16/10/2018).

Fadli berharap pemerintah tak menerima tawaran tersebut. Menurutnya, membuat utang baru untuk proses pemulihan bencana sama saja seperti mengatasi bencana dengan bencana.

“Pemerintah seharusnya mencari solusi lain. Realokasi APBN yang dapat dihemat. Sementara menganggap tawaran utang sebagai prestasi lobi pemerintah adalah klaim usang. Selain membodohi juga menggelikan,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Catatan Kritis Pimpinan Gerindra Terhadap Pertemuan IMF-WB

Ia mengatakan, menangani pemulihan bencana melalui penciptaan utang baru hanya akan kian membebani perekonomian nasional. Sebelum ada tawaran utang baru saja, posisi utang Indonesia sudah sangat besar. Per Agustus 2018, posisi utang pemerintah telah mencapai Rp 4.363 triliun, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 30,31 persen.

“Jika ada utang baru, rasionya bakal kian besar lagi. Itu buruk bagi psikologi anggaran,” imbuhnya.

Sebagai gambaran, kata dia, ketika rasio utang pemerintah masih 27 persen terhadap PDB, jika dibagi rata kepada setiap penduduk Indonesia, maka setiap orang harus menanggung utang Rp 13 juta.

“Menteri Keuangan seharusnya memiliki kemampuan lobi yang hebat. Daripada meminta utang baru, pemerintah seharusnya justru mengajukan rescheduling pembayaran cicilan pokok atau bunga utang, minimal hingga tiga tahun ke depan, agar anggaran publik kita bisa lebih longgar. Atau, bila perlu, pemerintah bahkan memperjuangkan penghapusan utang lama, agar kita memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk menangani pemulihan pasca-bencana,” sarannya.

Baca: IMF-WB Memuji-muji Indonesia yang Dipinjami USD 1 Miliar

Berkaca pada tsunami Aceh pada 2004, misalnya, beberapa negara sempat menawarkan penghapusan utang kepada Indonesia. Kenapa bukan hal semacam itu yang diperjuangkan? ungkap Fadli.

Kalau pejabat Indonesia bisanya hanya mengajukan utang baru untuk mengatasi keterbatasan anggaran, menurutnya itu bukan prestasi. Sebagai pemilik gelar ‘Menteri Keuangan Terbaik Sedunia’, Ibu Sri Mulyani mestinya bisa menawarkan terobosan, bukannya malah memberikan solusi yang membebani.

Kata dia, publik harus mengawasi apakah komitmen pinjaman atas nama bencana dari Bank Dunia dan ADB tadi akan disambut oleh pemerintah atau tidak. Dan publik harus diberitahu apa yang disebut bantuan itu sebenarnya adalah utang yang nantinya harus dibayar oleh seluruh rakyat, bukan bantuan cuma-cuma.

“Bukan zamannya lagi mengelabui rakyat dengan menyebut utang sebagai bantuan, apalagi investasi. Sebab, dari hasil pantauan saya, dari forum di Bali kemarin beberapa BUMN juga ada yang menarik utang baru yang mereka sebut sebagai investasi, padahal itu jelas-jelas utang,” pungkasnya.*

Baca: IMF dan Matinya Industri Strategis Anak Bangsa

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ADBAsian Development BankbantuanbencanaFadli Zonimfpinjamanutang luar negeriWBWorld Bank
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Buku Merah, BWU: KPK Harus Segera Selidiki
Tulisan selanjutnya Syeikh Ali Jaber: Boleh Berbeda Tapi Jangan Berpecah-belah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?